BI: Wakaf Bisa Dukung Pembangunan Ekonomi

Jika tertata dengan baik
Mochammad Rizki - Ekonomi,Jumat, 30-10-2020 21:30 WIB
BI: Wakaf Bisa Dukung Pembangunan Ekonomi
Kantor Bank Indonesia. (Reuters)

Jakarta, Nusantaratv.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni P Joewono menilai wakaf bisa berkontribusi signifikan dalam program pembangunan ekonomi pemerintah. Khususnya program pengentasan kemiskinan serta pembangunan manusia.

Namun, kata dia sebelumnya wakaf harus ditata dengan baik, didukung oleh teknologi informasi serta kompatibel dengan program lain.

Baca juga: Wapres Ma'ruf: Pemerintah Sedang Rancang Gerakan Wakaf Tunai 

"Sistem wakaf yang tertata dengan baik diharapkan berfungsi sebagai mobilisasi dana untuk mendukung dan berkontribusi signifikan dalam program pembangunan ekonomi," ujar Doni dalam diskusi virtual ISEF 'Cross Border Waqf on New Normal Era', Jumat (30/10/2020).

Doni berpandangan, wakaf bisa menjadi instrumen di negara-negara Islam. Sebab negara ini memiliki kinerja ekonomi yang heterogen. 

Mengacu daftar ekonomi terbaru oleh Bank Dunia yang dipublikasikan pada Juni 2020, sebanyak 30 persen anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) merupakan negara berpenghasilan rendah.

Negara ini terdiri dari 29 persen negara berpenghasilan menengah ke bawah, 29 persen negara berpenghasilan menengah ke atas, dan 13 persen negara berpenghasilan tinggi. 

Artinya, 59 persen negara Islam merupakan negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, sementara 41 persen lainnya adalah negara berpenghasilan tinggi.

"Berkenaan dengan keragaman kinerja ekonomi antar negara Islam, maka dianjurkan agar Muslim saling membantu negara, salah satunya adalah dengan wakaf," jelas Doni.

Dasar pertimbangan lainnya, menurut Doni ialah dalil Al-Qur'an yang memerintahkan orang untuk berbuat baik serta membelanjakan sebagian hartanya untuk amal.

Juga hadits nabi perihal orang meninggal, dimana semua amal ibadahnya terhenti kecuali tiga perkara, salah satunya adalah sodaqoh jariyah. Wakaf dianggap sebagai sodaqoh jariyah karena penerimanya tak memiliki aset tersebut atau untuk kepentingan umat.

"Tentu saja harus ditekankan perlunya menjaga kepercayaan umat dari penggunaan wakaf, karena sistem wakaf ini sepenuhnya bergantung kepada kecenderungan publik untuk berdonasi. Perlu sistem wakaf yang tertata baik didukung oleh teknologi informasi," jelas Doni.

Bank Indonesia bersama Islamic Research and Training Institute-Islamic Development Bank (IRTI-IsDB) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI), saat ini telah menginisiasi terbentuknya Waqf Core Principles (WCP).

Pembentukan WCP berguna memberikan sistematika penunjang wakaf yang jelas serta terstandar. Kelompok kerja terdiri dari lembaga lintas negara seperti IRTI-IsDB, BI, Badan Wakaf Indonesia, Awqaf Selandia Baru, Awkaf Australia, Yayasan Awqaf Nasional Afrika Selatan, Kuwait Awqaf Public Foundation, dan lainnya. 

"WCP ini dibentuk untuk merumuskan kerangka umum tentang regulasi pengelolaan wakaf. Tujuan utama WCP adalah untuk mempromosikan standar minimum berupa pengaturan dan pengawasan yang baik terhadap pengelolaan sistem wakaf," tandasnya. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0