IMF:"Lockdown Kunci Pemulihan Ekonomi Lebih Cepat"

International Monetary Fund (IMF) menilai langkah lockdown (penguncian) pada beberapa negara harus cukup ketat untuk mengurangi...
Ramses Rianto Manurung - Ekonomi,Selasa, 13-10-2020 21:47 WIB
IMF:
Foto logo IMF/ist

Jakarta, Nusantaratv.com-International Monetary Fund (IMF) menilai langkah lockdown (penguncian) pada beberapa negara harus cukup ketat untuk mengurangi penyebaran covid-19. Dikatakan, kebijakan lockdown adalah kunci agar dapat membuka jalan menuju pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

“Jika mereka ingin berhasil mengatasi pandemi dengan demikian maka perlu membatasi jangkauan jarak sosial,” sebagaimana dikutip dalam keterangan resmi IMF, Selasa (13/10).

Oleh sebab itu, beberapa analisis juga menunjukkan bukti lintas negara terkait hubungan antara pemberlakuan lockdown dengan aktivitas ekonomi di 52 negara maju, pasar berkembang, dan ekonomi berkembang. 

Data IMF menunjukkan korelasi antara ketatnya lockdown selama paruh pertama tahun 2020 dengan penurunan PDB relatif dalam.

Baca juga: Inflasi Rendah, BI Tahan Suku Bunga di Level 4%

“Data tersebut menggambarkan bahwa negara-negara yang menerapkan penguncian yang lebih ketat mengalami kontraksi PDB yang lebih tajam,” tandasnya.

Adapun lockdown juga menunjukkan bahwa hubungan negatif antara penguncian dan aktivitas ekonomi kuat untuk menggunakan indikator lain selain PDB seperti, dikaitkan dengan konsumsi yang lebih rendah, investasi, produksi industri, penjualan eceran, indeks manajer pembelian untuk sektor manufaktur dan jasa, dan tingkat pengangguran yang lebih tinggi.

Meski demikian, langkah lockdown memang cenderung berdampak negatif pada ekonomi jangka pendek. Namun, menurutnya, temuan ini harus ditafsirkan dengan hati-hati mengingat kekhawatiran variabel yang dihilangkan yang mempengaruhi analisis lintas negara dan kekhawatiran endogenitas tentang penguncian. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0