Sulap Rawa Jadi Kawasan Food Estate Kalteng

Food Estate Kalteng Berhasil Menyulap yang Sebelumnya Rawa Menjadi Kawasan Buah dan Sayur
Rayza Nirwan - Ekonomi,Minggu, 27-09-2020 13:50 WIB
Sulap Rawa Jadi Kawasan Food Estate Kalteng
Food Estate Kalteng/ Kementan

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah meyakini dengan besarnya penduduk Indonesia dibutuhkan sebuah kawasan pertanian terintegrasi dalam skala besar.

Pertanian tidak lagi hanya terpusat di Jawa dan sekitarnya. Butuh suatu kawasan baru berjangka panjang yang didukung dengan mekanisasi pertanian modern.

Hal ini menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Masyarakat perlu memiliki akses mudah untuk menjangkau kebutuhan akan bahan pokok itu. Guna mendukung hal tersebut harus didukung dengan pembukaan lahan baru dalam bentuk kawasan pangan atau Food Estate.

Baca Juga: Mentan Lihat Peluang Kekuatan Ekonomi dari Benih Buah

Pengembangan rawa untuk pertanian dinilai sebagai langkah strategis dan prospektif guna menopang kebutuhan produksi pangan. Lahan ini memenuhi kecukupan produksi hampir komoditas pertanian. Dengan demikian diharapkan terwujudnya jaminan ketersediaan pangan berjangka panjang.

Food estate ini mengambil lokasi di dua propinsi di Indonesia, yakni Sumatera Utara dan Kalimantan Tengah. Lokasi Sumatera Utara tepatnya berada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Sementara di  Kalimantan Tengah berlokasi di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas.

Pengembangan jangka panjang di Kalimantan Tengah meliputi penyediaan lahan baru berupa rehabilitasi lahan yang ada dengan meningkatkan sarana pendukung produktivitas lahan, terutama dari sisi pengairan dan drainase di lahan berawa. Pengembangannya guna menciptakan lumpung pangan baru di Kalimantan Tengah.

Area food estate ini adalah sisa dari lahan 'Program Sawah Sejuta Hektare' yang dirintis oleh Presiden Soeharto 30 tahun silam. Pada 2020 hingga 2021 ini terdapat 30 ribu hektare areal yang pertama akan digarap. Seluas 110 ribu hektare lainnya akan dilaksanakan pada anggaran 2022-2023 yang dibuat lebih produktif. Selebihnya, diharapkan bisa dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0