RI Terus Upayakan Keluar dari Diskriminasi Sawit Oleh Eropa

Kelapa sawit merupakan salah satu isu komoditas unggulan yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, karena nilai...
Raymond - Ekonomi,Kamis, 19-11-2020 12:55 WIB
RI Terus Upayakan Keluar dari Diskriminasi Sawit Oleh Eropa
ilustrasi

Nusantaratv.com - Kelapa sawit sampai saat ini masih menjadi komoditas yang cukup penting. Mengingat hasil alam ini merupakan salah satu unggulan di Indonesia.

Namun, saat ini diskriminasi produk kelapa sawit Indonesia masih terus berlangsung di Eropa. "Indonesia selalu mengedepankan kerjasama dan kolaborasi dengan mitra-mitra kita. Tapi ketika berkaitan dengan kepentingan nasional, kita juga harus tegas, apalagi jika sudah menyangkut prinsip," imbuh Retno dalam sesi teleconference, Kamis (19/11).

Retno menambahkan, bahwa kelapa sawit merupakan salah satu isu komoditas unggulan yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, karena nilai ekspornya mencapai USD 23 miliar pada tahun lalu.

"Ini juga menjadi sumber pendapatan petani-petani kecil di Indonesia. Dan kita mengetahui bahwa ada diskriminasi terhadap sawit Indonesia. Bahkan beberapa kampanye negatif terjadi di berbagai negara, khususnya di Eropa," sambungnya.

Adapun Pemerintah RI menurut Retno terus melakukan perlawanan diskriminasi tersebut. "Uni Eropa sudah lama menjadi network partner kita. Kita miliki banyak sekali kesamaan pandang, banyak isu internasional dengan Uni Eropa," jelasnya.

Retno juga mengaku, bahwa dirinya sempat melakukan pembicaraan via telepon dengan High Representative/Vice President Komisi Eropa, Josep Borrell. Dimana dalam kesempatan itu, dia menyampaikan mengenai pentingnya membangun kemitraan yang lebih kuat dan menyelesaikan isu diskriminasi terhadap sawit Indonesia.

"Indonesia selalu membuka komunikasi secara terbuka. Yang kita inginkan adalah satu, treat us fairly. Kita tentunya tidak berhenti pada kelapa sawit saja. Kita sepenuhnya mendukung dan terus mengawal berbagai komoditi unggulan Indonesia, seperti kopi, teh, karet, dan lain-lain. Karena diplomasi tidak ingin tinggal diam, dan akan terus berdiri tegak membela kepentingan nasional kita," pungkasnya.

 

 

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0