Penandatangan PJBG Penjual dan Pembeli Gas Bumi

Menteri ESDM Menyaksikan Secara Virtual Penandatangan PJBG Penjual dan Pembeli Gas Bumi
Rayza Nirwan - Ekonomi,Jumat, 05-06-2020 11:26 WIB
Penandatangan PJBG Penjual dan Pembeli Gas Bumi
Ilustrasi eksplorasi gas bumi/ Antara

Jakarta, Nusantaratv.com - Setelah 14 Perjanjian Penyesuaian Harga Gas Bumi ditandatangani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif kembali menyaksikan Penandatangan Side Letter of PSC dan LoA antara Penjual dengan Pembeli, dengan volume sebesar 226,19 BBTUD, dalam Rangka Implementasi Kepmen ESDM No.89K/10/MEM/2020 dan Kepmen ESDM No.91K/10/MEM/2020.

Dengan penandatanganan hari ini, seluruh volume Gas yang telah terkomitmen untuk mendukung pemberlakukan penyesuaian harga gas bumi untuk industri tertentu dan ketenagalistrikan sebesar 564,63 BBTUD.

Dalam kesempatan ini, Menteri ESDM kembali menekankan bahwa kebijakan penyesuaian harga gas ini diharapkan memberikan dampak positif bagi negara, antara lain tambahan pajak dan deviden dari sektor industri, pengurangan pengeluaran pemerintah untuk subsidi pada sektor pupuk dan kelistrikan, meningkatkan daya saing industri dan menyerap tenaga kerja.

"Khusus di sektor industri, melalui harga gas yang kompetitif diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri, kapasitas produksi, investasi dan menyerap tambahan tenaga kerja, sehingga secara tidak langsung juga akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia," ujar Menteri ESDM di Jakarta, (3/6/2020).

Baca Juga: Menteri ESDM Harapkan Sektor ESDM Jadi Sentral Agen Pembangunan

Sebagaimana diketahui, gas saat ini diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Tahun 2019, gas untuk pasar dalam negeri mencapai 64,90% dan ditargetkan terus meningkat menjadi 68% pada tahun 2024. Sektor pembangkit listrik dan industri menjadi sektor dengan konsumsi gas terbesar di Indonesia, masing-masing sebesar 13,66% dan 26,02%. Gas juga digunakan sebagai bahan baku industri pupuk, LNG dalam negeri, lifting minyak, gas kota, transportasi, dan juga diekspor dalam bentuk LNG.

Kementerian ESDM, lanjut Menteri Arifin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya baik kepada pimpinan KKKS, pimpinan Badan Usaha Niaga Gas Bumi dan Industri pemanfaat gas bumi yang telah mendukung kebijakan penyesuaian harga gas bumi untuk sektor industri, khususnya kepada 9 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang telah mendatangani Side Letter of PSC.

"Kami juga memberikan apresiasi atas telah ditandatanganinya Letter of Agreement antara Penjual dan Pembeli Gas Bumi dengan volume sebesar 226,19 BBTUD. Pemerintah akan selalu memberikan dukungan penuh terhadap upaya yang dilakukan oleh SKK Migas bersama KKKS dalam menghadapi tantangan peningkatan produksi migas nasional khususnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri," kata Menteri ESDM.

Diharapkan, langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan SKK Migas, implementasi kebijakan penyesuaian harga gas bumi untuk sektor industri dan kelistrikan akan segera terealisasi.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0