Legislator Tolak Pencabutan Subsidi Gas Elpiji 3 Kg

Wacana Ini Memicu Kelangkaan dan Kenaikan Gas Elpiji 3 Kg di Pasar.
Adiantoro - Ekonomi,Jumat, 26-06-2020 16:12 WIB
Legislator Tolak Pencabutan Subsidi Gas Elpiji 3 Kg
Ilustrasi gas elpiji 3 kg. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah berencana mengubah skema penyaluran subsidi gas elpiji 3 kg (gas melon) dari subsidi melalui komoditas menjadi subsidi langsung ke rakyat.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menolak rencana tersebut. Pasalnya, ungkap dia, saat ini Pemerintah tidak punya data valid mengenai jumlah dan sebaran rakyat miskin calon penerima subsidi langsung.

Sehingga penyaluran subsidi langsung kepada rakyat besar kemungkinan akan bermasalah.

Berdasarkan pengalaman penyaluran bansos (bantuan sosial) terkait COVID-19 secara by name by adress memperlihatkan lemahnya data rakyat miskin di Indonesia. Seharusnya, pengalaman tersebut menjadi pertimbangan Pemerintah dalam memutuskan model dan skema pemberian subsidi langsung - ujar Mulyanto, dilansir dari laman dpr.go.id, Jumat (26/6/2020).

Lebih lanjut, Mulyanto mengatakan, dalam penyaluran bansos COVID-19 saja, masih banyak ditemukan masalah. Ada warga yang mendapat double atau ganda, ada PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang juga dapat.

Bahkan ada orang yang status ekonomi menengah ke atas yang tinggal di dalam perumahan lumayan besar juga dapat bansos. Sementara tidak sedikit warga miskin atau yang tidak mampu yang seharusnya berhak menerima bansos, malah tidak dapat.

Mulyanto menyarankan, sebelum memberlakukan sistem penyaluran subsidi langsung ke rakyat, Pemerintah harus memperbaiki dan memutakhirkan dulu data rakyat miskin.

Sediakan data valid tentang jumlah pedagang kecil, industri mikro rumah tangga, nelayan dan segmen pengguna kecil lain terlebih dahulu. Jika semua sudah siap, baru kebijakan tersebut d iuji coba secara terbatas dan bertahap.

Secara teoritis transformasi, model subsidi dari 'komoditas' ke 'orang' memang sepertinya lebih baik, namun yang jadi masalah adalah soal operasionalnya di lapangan. Terutama kesiapan data rakyat miskin dan pedagang kecil, usaha mikro, dan lain sebagainya - tambah politisi Fraksi PKS itu.

Dengan kata lain, Mulyanto meminta Pemerintah untuk tidak tergesa-gesa melempar wacana ini ke publik, pengalaman sebelumnya memperlihatkan, jika isu atau wacana seperti ini juga dapat memicu kelangkaan dan kenaikan gas elpiji 3 kg di pasar.

Kasihan masyarakat yang tengah menderita pandemi COVID-19, dan butuh gas melon untuk masak di rumah, kalau gas melon 3 kg ini langka dan naik di pasaran - tukas legislator dapil Banten III ini. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0