Komitmen Pemerintah Tingkatan Akses Listrik Rendah Karbon

Workshop Indonesia-Jepang, Pemerintah Sampaikan Komitmen Peningkatan Akses Listrik Rendah Karbon
Rayza Nirwan - Ekonomi,Kamis, 14-01-2021 02:15 WIB
Komitmen Pemerintah Tingkatan Akses Listrik Rendah Karbon
Ilustrasi Sutet/ PLN

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah berkomitmen memberikan Akses Listrik dengan kualitas yang baik, harga terjangkau dengan tetap memperhatikan prinsip pemerataan, efisiensi, dan dampak terhadap lingkungan.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad pada pembukaan acara Indonesia-Japan Workshop on VRE System Integration, Hydrogen, and Low Carbon Technologies 2021, Selasa (12/1/2021).

"Saat ini, pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Indonesia sampai dengan Semester I Tahun 2020, telah terpasang sekitar 71 GW pembangkit, 61 ribu kilometer sirkit (kms) jaringan transmisi, 150 ribu MVA Gardu Induk (GI), 995 ribu kms jaringan distribusi, dan 61 ribu kms gardu distribusi. Semua itu bertujuan agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menikmati akses layanan listrik dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau," ujar Munir.

Baca Juga: Tekmira Kembangkan Anoda Baterei dari Batubara

Munir menjelaskan, selama 6 (enam) tahun terakhir pelayanan akses listrik terus membaik seiring meningkatknya Rasio Elektrifikasi (RE) nasional dari tahun 2014 sebesar 14,85% menjadi 99,20% berdasarkan prognosis perhitungan di tahun 2020. Pemerintah bahkan menargetkan rasio elektrifikasi sebesar 100% di akhir tahun 2024.

"Pemanfaatan listrik juga terus didorong untuk kegiatan produktif yang mampu untuk memutar roda perekonomian nasional," jelasnya.

Berdasarkan hasil perhitungan, prognosis konsumsi listrik per kapita nasional pada tahun 2020 mencapai 1.089 kWh, dengan proporsi pemanfaatan untuk sektor rumah tangga sebesar 38%, sektor industri sebesar 41%, sektor bisnis sebesar 15%, dan sisanya adalah sektor publik sebesar 6%.

Guna meminimalisir terhadap lingkungan dan menjaga keseimbangan supply and demand energi listrik secara berkesinambungan, pemerintah tengah mendorong pengembangan pembangkit tenaga listrik berbasis Energi Baru dan Terbarukan (EBT), pemanfaatan teknologi High Efficiency Low Emission (HELE) pada PLTU, pengalihan bahan bakar yang lebih rendah karbon, penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), dan kompor induksi listrik.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0