Jaga Ketersediaan di Masa Depan, Transisi Energi Mutlak Diperlukan

Kondisi Sumber Energi Dalam Negeri Masih Tergolong Melimpah.
Adiantoro - Ekonomi,Kamis, 22-10-2020 15:43 WIB
Jaga Ketersediaan di Masa Depan, Transisi Energi Mutlak Diperlukan
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Peralihan penggunaan energi fosil menuju Energi Baru dan Terbarukan (EBT) menjadi sesuatu yang mutlak dilakukan.

Hal itu disebabkan penggunaan sumber energi fosil semakin besar seiring meningkatnya kebutuhan membuat cadangan sumber energi fosil semakin menipis.

Transisi energi ini mutlak diperlukan untuk menjaga ketersediaan energi di masa mendatang - kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Kamis (22/10/2020).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, tanpa penemuan cadangan yang baru, minyak bumi di Indonesia akan habis dalam sembilan tahun ke depan. Sedangkan gas bumi akan habis 22 tahun lagi, dan batubara akan habis 65 tahun mendatang.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Evaluasi 8 Lapangan Panas Bumi

Sejatinya, terang Arifin, kondisi sumber energi dalam negeri saat ini masih tergolong melimpah. Khususnya untuk sektor batu bara dan gas bumi. Hanya saja, adanya perubahan perubahan konsumsi tanpa eksplorasi, membuat Indonesia semakin dekat dengan krisis energi.

Kita masih banyak sumber-sumber reservoir yang belum dieksplorasi secara masif. Kita akan mendeteksi resources yang baru untuk mendukung kebutuhan dalam jangka yang panjang - tambahnya.

Dia menyebut saat ini Indonesia memiliki kapasitas (pembangkitan) sumber energi sebesar 70,96 Giga Watt (GW). Dari kapasitas energi tersebut, 35,36 persen energi berasal dari batu bara, 19,36 persen berasal dari gas bumi, dan 34,38 persen dari minyak bumi, serta EBT sebesar 10,9 persen.

Ditegaskannya, transisi energi ini diharapkan pemerintah akan memperbaiki neraca perdagangan. 

Kita sangat serius memperbaiki neraca perdagangan dengan mengurangi impor BBM melalui biodiesel, mengembangkan dan membangunan 6 kilang baru untuk menambah kapasitas (migas) nasional, serta mempercepat implementasi kendaraan listrik - tukas Arifin.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0