Harga Minyak Jatuh Saat Pandemi, Arab Saudi Merugi

Arab Saudi mengatakan penurunan permintaan minyak terjadi di tengah penguncian virus corona global.
Sarah Fiba - Ekonomi,Minggu, 15-11-2020 10:00 WIB
Harga Minyak Jatuh Saat Pandemi, Arab Saudi Merugi
(Nbc)

Nusantaratv.com- Arab Saudi akan kehilangan lebih dari 100 miliar riyal (lebih dari $ 27 miliar) pada tahun 2020 karena jatuhnya harga minyak mentah tahun ini di tengah pandemi COVID-19, kata Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud. 

Menurut proyeksi APBN 2020 yang dipresentasikan tahun lalu, penerimaan negara diperkirakan 833 miliar riyal, dengan 513 miliar di antaranya berasal dari hasil minyak. 

"Pasca jatuhnya harga minyak tahun ini, penerimaan minyak justru turun menjadi sekitar 410 miliar riyal," kata putra mahkota dikutip Sputnik. 

Pendapatan ini bahkan tidak cukup untuk menutupi gaji pegawai pemerintah, yang diperkirakan mencapai 504 miliar riyal sesuai dengan anggaran tahun ini. 

"Keadaan seperti itu telah memaksa kerajaan untuk meningkatkan pendapatan non-minyak menjadi sekitar 360 miliar riyal, "tambahnya. 

Putra mahkota juga menyoroti pentingnya mendiversifikasi peluang pendapatan dan berkontribusi pada yayasan investasi publik dalam upaya mendukung sektor ekonomi baru negara. 

 Seperti pariwisata, olahraga, industri, pertanian, transportasi, luar angkasa, dan pertambangan.

Penurunan permintaan minyak yang belum pernah terjadi sebelumnya di tengah penguncian virus korona global, ditambah dengan perang harga berikutnya antara negara-negara OPEC dan non-OPEC , telah mengakibatkan krisis yang mendalam di pasar energi.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0