Gali Potensi EBT Saat New Normal

Pemerintah Menargetkan Tambahan Kapasitas Pembangkit EBT Sebanyak 9.000 MW pada Tahun 2024
Rayza Nirwan - Ekonomi,Rabu, 17-06-2020 15:03 WIB
Gali Potensi EBT Saat New Normal
Pembangkit Listrik Tenaga Surya di NTB/ Antara

Jakarta, Nusantaratv.com - Akselerasi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia, memungkinkan untuk bisa dipercepat di tengah pandemi Covid-19, sehingga target tambahan kapasitas pembangkit EBT sebanyak 9.000 MW di tahun 2024 bisa tercapai.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Harris Yahya beberapa waktu lalu.

Adapun jumlahnya meliputi peningkatan kapasitas pembangkit hidro sebesar 3.900 MW, bioenergi 1.200 MW, panas bumi 1.000 MW, dan panel surya 2.000 MW.

Baca Juga: EBT Jadi Gaya Hidup Baru Milenial

"Satu kondisi yang memperlihatkan bahwa kita saat ini fokus mengembangkan EBT termasuk yang intermiten. Solar PV atau panel surya kalau kita lihat secara global harganya semakin turun, biaya implementasinya juga semakin murah," ujar Harris.

Harris menyebutkan, Kementerian ESDM sedang berproses untuk restructure dan refocusing karena selama ini perkembangan memang belum berjalan optimal untuk EBT.

"Meskipun naik, tetap masih ada usaha yang harus lebih gigih lagi khususnya terkait dengan implementasi keanekaragaman EBT," papar Harris.

Menurutnya, selama ini pengembangan EBT di Indonesia kerap mengacu pada RUPTL PLN. Padahal, di luar dari apa yang sudah direncanakan oleh PLN, ada potensi lain yang bisa dikembangkan.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0