Ancaman Resesi, Negara Diminta Hadir Penuhi Kebutuhan UMKM

UMKM Menjadi Pemeran Utama Dalam Pertumbuhan Ekonomi Nasional.
Adiantoro - Ekonomi,Kamis, 15-10-2020 09:09 WIB
Ancaman Resesi, Negara Diminta Hadir Penuhi Kebutuhan UMKM
Ilustrasi. (Harian SIB)

Jakarta, Nusantaratv.com - Menghadapi ancaman resesi yang mengintai perekonomian Indonesia, semua pihak harus memiliki komitmen kuat menjaga UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah).

Hal itu dikatakan Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi, jumlah UMKM di Indonesia mencapai angka 59,2 juta. Dari jumlah tersebut, baru 14 persen atau 8 juta dari jumlah keseluruhan yang menerapkan go digital.

Padahal tuntutan sekarang ini ditambah pandemi Covid-19, digital net menjadi satu perangkat yang betul-betul vital untuk UMKM bisa bertahan - kata Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, dikutip dari laman resmi DPR, Kamis (15/10/2020).

Dia mengungkapkan banyak pelalu UMKM yang tidak memiliki daya tahan terhadap pandemi Covid-19, terutama yang ultra mikro.

Usaha-usaha kecil yang letaknya di kampung-kampung. Jangankan untuk berkembang, untuk bertahan hidup saja mereka kesulitan luar biasa - lanjutnya.

Sebelum krisis akibat pandemi Covid-19, ungkap politisi Fraksi Parta Keadilan Sejahtera (PKS) itu, keuntungan yang didapakan UMKM tidak terlalu besar, apalagi ketika krisis melanda.

Baca Juga: BLT UMKM Belum Tutup, Yuk Segera Daftar

Untuk memperoleh modal saja, mereka merasa kesulitan. Itulah sebabnya,  pemanfaatan dana-dana bantuan dari pemerintah betul-betul harus tepat sasaran - terangnya.

Dia mengungkapkan saat ini yang dibutuhkan UMKM bukan hanya kebutuhan modal dan pengembangan usahanya saja. Melainkan, kebutuhan hidup mereka seperti bantuan sosial bahan pokok untuk bertahan hidup, juga harus diberikan. Dengan demikian, kebutuhan modal dan pengembangan usaha ditujukan agar mereka mampu memiliki dan meningkatkan daya belinya. 

Masalahnya, UMKM ini biasanya pangsa pasarnya adalah masyarakat menengah dan bawah yang sekarang menahan belanja karena kondisi pandemi. Di situlah UMKM sangat terdampak - imbuhnya. 

Dia menilai negara harus hadir memberikan kebutuhan UMKM karena pelaku sektor usaha tersebut menjadi pemeran utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional, yakni sebesar 99 persen dan menyumbang 60 persen PDB nasional. Ditegaskan Anis, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawasi dan mengingatkan Pemerintah.

Karena eksekusi semua kebijakan bukan di tangan DPR tetapi ditangan Pemerintah. Jadi kami akan terus meminta pemerintah untuk melancarkan serapan dana untuk UMKM - tukas legislator dapil DKI Jakarta itu.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0