Trump dan Macron Bahas Bantuan Bagi Korban Ledakan di Beirut

Donald Trump Katakan AS Kirimkan Bantuan Perlengkapan Medis, Makanan dan Minuman.
Adiantoro - Dunia,Sabtu, 08-08-2020 11:33 WIB
Trump dan Macron Bahas Bantuan Bagi Korban Ledakan di Beirut
Presiden AS Donald Trump. (The Australian)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dia akan bergabung dalam sebuah telekonferensi dengan Presiden Lebanon dan para pemimpin dunia lainnya pada Minggu (9/8/2020).

Pertemuan itu guna membahas bantuan bagi Lebanon paska ledakan pelabuhan Beirut yang menghancurkan, pekan ini. Presiden Trump mengatakan melalui Twitter bila dia telah berbicara secara terpisah dengan Presiden Lebanon Michel Aoun dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang akan berbincang bareng lewat telepon.

Kami akan melakukan panggilan konferensi pada Minggu (9/8/2020) dengan Presiden Macron, para pemimpin Lebanon, dan para pemimpin dari berbagai belahan dunia lainnya. Setiap orang ingin membantu! - cuit Presiden Trump, dilansir dari Reuters, sabtu (8/8/2020).

Baca Juga: 16 Orang Ditangkap dalam Tragedi Ledakan Pelabuhan Beirut Lebanon

Dia mengatakan kepada Presiden Lebanon, tiga pesawat besar AS sedang dalam perjalanan ke Lebanon untuk mengirimkan perlengkapan medis, petugas medis, makanan maupun minuman. Presiden Trump dan Presiden Macron berbicara melalui telepon.

Trump mengungkapkan kesedihan yang mendalam atas hilangnya nyawa dan kehancuran di Beirut - kata juru bicara Gedung Putih Judd Deere dalam sebuah pernyataan.

Ledakan di pelabuhan ibu kota Lebanon pada Selasa (4/8/2020) menewaskan 154 orang dan melukai 5.000 orang serta meluluhlantakan bangunan di sekitar kota itu. Prancis dan negara-negara lain segera mengirimkan bantuan darurat ke Lebanon, termasuk para dokter, dan peralatan kesehatan serta makanan.

Badan Pembangunan Internasional AS pada Jumat (8/8/2020) mengatakan pihaknya akan memberikan bantuan lebih dari 15 juta dolar AS, termasuk bantuan makanan bagi 50.000 orang selama tiga bulan. Dikatakan, pihaknya juga telah meminta militer AS mengirim pasokan medis dan obat yang mencukupi guna membantu hingga 60.000 orang selama tiga bulan.

Sementara itu, para pejabat senior pemerintahan Trump telah bertemu untuk merundingkan bantuan tambahan, kata sumber pemerintahan senior, seraya menambahkan terus memedulikan isu pemerintahan yang melanda Lebanon.

Pada Kamis (6/8/2020), Presiden Macron mengunjungi Beirut dan meyakinkan massa yang marah bila bantuan untuk membangun kembali kota Beirut tidak akan sampai ke tangan-tangan yang korup. Sedangkan penyebab ledakan masih diselidiki. Namun, penyelidikan awal Lebanon menunjukkan kargo amonium nitrat, yang ditinggalkan di Beirut, sebagai sumber ledakan.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0