Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel

Tentara Israel menepis tuduhan tersebut. Mereka mengatakan insiden itu terjadi setelah kendaraan militernya dilempari batu.
Ramses Rianto Manurung - Dunia,Senin, 26-10-2020 00:19 WIB
Remaja Palestina Tewas Dipukuli Tentara Israel
Tentara Israel bersitegang dengan warga Palestina/ist

Ramallah, Nusantaratv,com-Aksi kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina kembali memakan korban. 

Seorang remaja Palestina dikabarkan tewas akibat dipukuli pasukan Israel pada Minggu (25/10/2020). 

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa korban bernama Amer Abdel-Rahim Sanouber dari desa Yatma di Tepi Barat tiba di rumah sakit dengan "luka pukul parah di leher".

Kepala Kompleks Medis Palestina Ahmed Al Betawi menyebut Sanouber sebagai "martir" dibawa ke rumah sakit pada pukul 3.00 dini hari, dengan "tanda-tanda kekerasan dan pemukulan di lehernya dari belakang". 

Baca juga: Jokowi Jadi Nama Jalan, Fadli Ingatkan Hubungan UEA dengan Israel

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menuduh pasukan Israel melakukan "tindakan brutal yang mengerikan terhadap seorang pemuda tak berdaya, yang kejahatannya hanya karena dia orang Palestina". 

Tentara Israel menepis tuduhan tersebut. Mereka mengatakan insiden itu terjadi setelah kendaraan militernya dilempari batu.

Pasukan di kawasan itu dikirim ke tempat kejadian dan menggeledah daerah itu untuk mencari penyerangnya," bunyi pernyataan militer Israel. 

"Berdasarkan laporan kedua tersangka mencoba kabur dengan berlari saat pasukan datang," katanya. 

"Saat melarikan diri, salah satu tersangka tampaknya hilang kesadaran, jatuh, dan kepalanya terbentur. Tersangka tidak dipukul oleh pasukan IDF (tentara Israel)," lanjut keterangan tersebut.

Ditambahkan, pasukan dan tim medis militer memberikan perawatan kepada tersangka. Namun setelah serangkaia upaya penyadaran remaja Palestina itu dinyatakan tewas.

Sejak Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah mengakhiri koordinasi keamanan dengan Israel pada Mei lalu, detail dari konflik yang melibatkan warga Palestina dan tentara Israel di Tepi Barat semakin sulit diakses. 
 
Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan keputusan itu dibuat sebagai tanggapan atas rencana Israel untuk mencaplok sebagian Tepi Barat. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0