Lecehkan Perempuan, Siap-siap Didenda Rp188 Juta

Arab Saudi Telah Melakukan Reformasi Hukum yang Signifikan Bagi Perempuan Selama Beberapa Tahun Terakhir.
Adiantoro - Dunia,Kamis, 26-11-2020 11:10 WIB
Lecehkan Perempuan, Siap-siap Didenda Rp188 Juta
Ilustrasi. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan hukuman baru bagi pelaku pelecehan terhadap perempuan.

Pengumuman pada Rabu (25/11/2020), seperti dilansir dari Al Arabiya, mencakup hukuman penjara dan denda maksimal 50.000 riyal Saudi atau sekitar Rp188 juta. Kategori pelecehan terhadap perempuan tersebut berupa serangan fisik, psikologis, atau pun seksual.

Kantor Kejaksaan Umum Saudi telah mengamanatkan hukuman penjara minimum tidak kurang dari satu bulan, dan hingga satu tahun, untuk tindakan menyerang seorang wanita.

Selain itu, juga akan ada denda minimal 5.000 riyal Saudi dan denda maksimal 50.000 riyal Saudi. Kabar penerapan hukuman baru itu bertepatan dengan peringatan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), yang diperingati setiap tahun pada 25 November.

Diketahui, Arab Saudi telah melakukan reformasi hukum yang signifikan bagi perempuan selama beberapa tahun terakhir, termasuk memberikan hak kepada perempuan untuk mengemudi dan kemampuan untuk mengajukan paspor dan bepergian dengan bebas tanpa izin wali laki-laki.

Baca Juga: Tebang Pohon, Negara Ini Terapkan Denda Rp113 Miliar dan Bui 10 Tahun

Berdasarkan laporan Bank Dunia, perempuan Arab Saudi  juga mendapat manfaat besar dari reformasi hukum ekonomi dalam tiga tahun terakhir. Ekonomi Kerajaan telah membuat kemajuan terbesar secara global menuju kesetaraan gender sejak 2017.

Amandemen hukum telah diadopsi di Arab Saudi guna melindungi perempuan dari diskriminasi dalam pekerjaan, untuk melarang majikan memecat perempuan selama kehamilan dan cuti melahirkan, dan untuk melarang diskriminasi berbasis gender dalam mengakses layanan keuangan.

Menurut penelitian Bank Dunia mengenai 'Women, Business and the Law 2020', Arab Saudi mengalami satu tahun 'terobosan' reformasi pada 2019 yang memungkinkan perempuan memiliki peluang ekonomi yang lebih besar di Arab Saudi.

Kerajaan menyamakan usia pensiun bagi perempuan dan laki-laki pada 60 tahun, memperpanjang masa kerja, pendapatan, dan kontribusi perempuan - demikian laporan itu.

Kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, khususnya kekerasan dalam rumah tangga, telah melonjak di seluruh dunia sejak merebaknya pandemi virus corona (Covid-19). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsekuensi Covid-19 dan tindakan pencegahan meningkatkan risiko kekerasan bagi perempuan.

Stres, terganggunya jaringan sosial dan pelindung, hilangnya pendapatan dan penurunan akses ke layanan semuanya dapat memperburuk risiko kekerasan bagi perempuan - demikian laporan WHO.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0