Israel Ubah Tempat Parkir Jadi Bangsal Pasien Corona

Bangsal baru itu dapat menampung 770 pasien virus corona.
Sarah Fiba - Dunia,Kamis, 24-09-2020 10:18 WIB
Israel Ubah Tempat Parkir Jadi Bangsal Pasien Corona
(AFP)

Nusantaratv.com- Israel hingga kini terus menghadapi lonjakan kasus virus corona. Dengan beberapa pasien menunggu berjam-jam di ambulans, membuat rumah sakit terpaksa mengubah tempat parkir mobilnya menjadi bangsal untuk para pasien.

Mengenakan masker dan gaun putih, Michael Halberthal mengungkapkan kekesalannya karena rumah sakitnya di utara kota Haifa telah dipaksa untuk mengambil langkah dramatis.

"(Sangat) sangat disayangkan kami harus mendapatkan posisi ini," kata Halberthal, direktur umum Kampus Perawatan Kesehatan Rambam dikutip skynews, Kamis (24/9/20).

Hanya beberapa hari setelah manajemen menyetujui keputusan tersebut, tempat parkir bawah tanah telah menjadi bangsal, lengkap dengan tempat tidur dan kursi roda.

Kata-kata "Rumah Sakit Darurat Bawah Tanah" menyambut kedatangan pasien dan tim medis.

Tempat parkir mobil dapat menahan perang, yang telah dialokasikan sebagai tempat berlindung setelah konflik Israel tahun 2006 dengan kelompok Hizbullah Lebanon.

"Sekarang kami memahami bahwa ini adalah fasilitas strategis Israel dan kami dapat menggunakannya untuk solusi lain," kata Halberthal, saat para pekerja berlomba memasang peralatan medis.

Ruang parkir telah diubah menjadi ruang pasien, sementara bagian yang berbeda dicat dengan warna-warna cerah.

Bangsal baru itu dapat menampung 770 pasien virus corona.

Israel memiliki tingkat infeksi virus corona tertinggi di dunia sebagai proporsi dari populasinya, menurut penghitungan AFP selama dua minggu terakhir, dan pada hari Rabu kementerian kesehatan mengumumkan hampir 7.000 kasus positif selama 24 jam.

Negara itu telah mencatat lebih dari 200.000 kasus sejak pandemi melanda, dengan 1.317 kematian.

Gelombang kedua kasus Israel telah menghantam sangat parah di utara negara itu, rumah bagi sebagian besar minoritas Arab yang membentuk sekitar 20 persen dari populasi.-AFP

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0