Donald Trump Menang Pilpres 2020, PM Palestina: Jadi Bencana Besar Bagi Rakyat Palestina

Empat Tahun di Bawah Kendali Donald Trump Sangat Merugikan Palestina.
Adiantoro - Dunia,Rabu, 14-10-2020 16:10 WIB
Donald Trump Menang Pilpres 2020, PM Palestina: Jadi Bencana Besar Bagi Rakyat Palestina
Presiden AS Donald Trump. (abc.net.au)

Jakarta, Nusantaratv.com - Perdana Menteri (PM) Palestina Mohammad Shtayyeh menyatakan tidak mengharapkan Donald Trump terpilih kembali sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).

Ditegaskannya, jika Trump memenangkan Pilpres (Pemilihan Presiden) pada November nanti, maka akan menjadi bencana bagi rakyat Palestina. 

Jika kita akan hidup empat tahun lagi dengan Presiden Trump, 'Tuhan tolong kami, Tuhan membantu Anda dan Tuhan membantu seluruh dunia' - kata Shtayyeh saat berbicara dalam pertemuan virtual dengan anggota Parlemen Eropa pada Selasa (13/10/2020), dikutip dari Al Jazeera. 

Dia mengungkapkan empat tahun di bawah kendali Trump sangat merugikan Palestina.

Baca Juga: Usai Dihajar Covid-19, Donald Trump Merasa Luar Biasa

Jika hal-hal akan berubah di Amerika Serikat, saya pikir ini akan mencerminkan dirinya secara langsung pada hubungan Palestina-Israel - lanjut Shtayyeh.

Hal itu merujuk pada calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden jika memenangkan pemilihan pada 3 November 2020. 

Dan itu akan mencerminkan dirinya juga pada hubungan bilateral Palestina-Amerika - tambahnya.

Pernyataan Shtayyeh mencerminkan rasa putus asa atas serangkaian langkah kontroversial Washington di bawah pemerintahan Trump, termasuk pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada akhir 2017 serta relokasi kedutaannya.

Tak hanya itu, Presiden Trump memutuskan menyetop pendanaan rutin untuk Badan PBB bagi Pengungsi Palestina (UNRWA). Langkah itu membuat UNRWA diterpa krisis keuangan. Washington diketahui merupakan pendonor utama organisasi tersebut dengan rata-rata sumbangan 300 juta dolar AS per tahun.

Orang nomor satu di Negara Paman Sam itu juga telah menyusun rencana perdamaian Timur Tengah, termasuk untuk konflik Palestina-Israel. Rencana itu dikenal dengan istilah 'Deal of the Century' atau 'Kesepakatan Abad Ini'. 

Dalam rencana tersebut, Presiden Trump kembali menunjukkan keberpihakan politiknya pada Israel. Dia mengakui kedaulatan Israel atas sebagian wilayah Tepi Barat yang diduduki. Selain itu, AS juga membela keinginan Israel untuk menguasai perbatasan timur secara permanen di sepanjang Sungai Yordan.

Bahkan baru-baru ini, pemerintahan Trump menjadi mediator dalam proses normalisasi diplomatik Israel dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain. Palestina memandang kesepakatan normalisasi itu sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangannya. 


 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0