16 Orang Ditangkap dalam Tragedi Ledakan Pelabuhan Beirut Lebanon

Media lokal melaporkan manajer umum pelabuhan termasuk di antara mereka yang ditahan.
Sarah Fiba - Dunia,Jumat, 07-08-2020 13:28 WIB
16 Orang Ditangkap dalam Tragedi Ledakan Pelabuhan Beirut Lebanon
(AFP)

Nusantaratv.com- Otoritas Lebanon telah menangkap 16 orang sebagai bagian dari penyelidikan  ledakan gudang pelabuhan  Beirut  yang menghancurkan ibu kota, menurut media pemerintah.

‌Hakim Fadi Akiki, perwakilan pemerintah di pengadilan militer, mengatakan pihak berwenang sejauh ini telah menanyai lebih dari 18 petugas pelabuhan dan bea cukai serta pekerja yang bertanggung jawab atau terlibat dalam pemeliharaan di gudang tersebut, yang menampung bahan sangat eksplosif yang meledak pada hari Selasa.

"Enam belas orang telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan," kata Akiki seperti dikutip oleh Kantor Berita Nasional milik pemerintah Lebanon . 

Media lokal melaporkan manajer umum pelabuhan termasuk di antara mereka yang ditahan.

Ledakan hari Selasa menewaskan sedikitnya 145 orang dan melukai sekitar 5.000 lainnya, sementara puluhan lainnya masih hilang.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan ledakan itu disebabkan oleh 2.750 ton amonium nitrat, yang telah disimpan dengan tidak aman di gudang pelabuhan sejak disita dari kapal kargo yang disita pada 2013.

Bank sentral Lebanon juga telah memerintahkan pembekuan rekening kepala pelabuhan Beirut dan bea cukai Lebanon bersama dengan lima lainnya, menurut arahan bank sentral yang dilihat oleh Reuters .

Arahan tertanggal 6 Agustus, dari komisi investigasi khusus bank sentral untuk pencucian uang dan pemberantasan terorisme mengatakan keputusan itu akan diedarkan ke semua bank dan lembaga keuangan di Lebanon, jaksa penuntut umum di pengadilan banding dan kepala otoritas perbankan.

Dikatakan pembekuan dan pencabutan kerahasiaan perbankan akan berlaku untuk akun yang secara langsung atau tidak langsung terkait dengan manajer umum Pelabuhan Beirut Hassan Koraytem, ​​direktur jenderal bea cukai Lebanon Badri Daher dan lima lainnya, termasuk pejabat pelabuhan dan bea cukai sekarang dan sebelumnya. -Independent 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0