Soal Tawaran Pindah Kewarganegaraan, Cina ke Inggris : Kami Akan Balas !

Tawaran Inggris mencakup hampir tiga juta warga Hong Kong yang memiliki paspor Nasional Inggris (Luar Negeri) atau memenuhi...
Sarah Fiba - Dunia,Kamis, 02-07-2020 15:41 WIB
Soal Tawaran Pindah Kewarganegaraan, Cina ke Inggris : Kami Akan Balas !
(BI)

Nusantaratv.com- Cina memperingatkan Inggris pada Kamis (2/7/20) bahwa mereka dapat membalas dengan "tindakan yang sesuai" atas keputusan London untuk memperluas jalur kewarganegaraan yang lebih luas bagi penduduk Hong Kong.

Tawaran Inggris datang sebagai tanggapan atas undang-undang keamanan baru yang meluas yang diluncurkan Cina untuk bekas wilayah Inggris minggu ini.

Hong Kong berada di bawah yurisdiksi Inggris sampai penyerahannya ke Cina pada tahun 1997 dengan jaminan bahwa Beijing akan mempertahankan otonomi yudikatif dan legislatif kota selama 50 tahun.

Baca Juga : Inggris Tawarkan Warga Hong Kong untuk Pindah Kewarganegaraan

Kedutaan Besar Cina di London mengatakan "jelas bahwa semua warga negara Cina yang tinggal di Hong Kong adalah warga negara Cina, apakah mereka pemegang paspor Warga Negara Tanggungan Inggris atau paspor Nasional Inggris (luar negeri). 

Tawaran Inggris mencakup hampir tiga juta warga Hong Kong yang memiliki paspor Nasional Inggris (Luar Negeri) atau memenuhi syarat untuk mengajukan satu.

"Jika pihak Inggris melakukan perubahan sepihak terhadap praktik yang relevan, itu akan melanggar posisinya sendiri dan janji serta hukum internasional dan norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan dikutip Strait Times 

"Kami dengan tegas menentang ini dan berhak untuk mengambil tindakan yang sesuai," katanya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Beijing tidak pernah secara terbuka mengangkat kemungkinan menawarkan warga negara Inggris baik kewarganegaraan Cina atau hak tempat tinggal yang lebih luas.

Pernyataan Cina itu disimpulkan dengan mendesak London untuk menilai kembali keputusannya dan "tidak ikut campur dalam urusan Hong Kong dengan cara apa pun".

Inggris telah mencari hubungan yang lebih dekat dengan Cina setelah mengakhiri keanggotaan selama puluhan tahun di Uni Eropa tahun ini.

Pemerintah Perdana Menteri Boris Johnson juga membuat marah pemerintah AS pada Januari dengan mengizinkan kelompok telekomunikasi swasta China, Huawei, untuk membuka gulungan jaringan data baru Inggris yang cepat. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0