Pompeo Kunjungi Sri Lanka dan RI, China: Mereka Memaksa Negara Itu Memihak AS

Menurut Wang, cara itu biasa dilakukan pejabat AS
Mochammad Rizki - Dunia,Kamis, 29-10-2020 16:23 WIB
Pompeo Kunjungi Sri Lanka dan RI, China: Mereka Memaksa Negara Itu Memihak AS
Presiden Jokowi bersama Mike Pompeo.

Nusantaratv.com - Pemerintah China mengomentari kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo ke Sri Lanka dan negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. 

Menurut China, kunjungan tersebut sebagai upaya 'pemaksaan' terhadap negara-negara kecil dan menengah untuk memihak kepada AS. 

"Sangat khas dari beberapa pejabat AS memaksa negara-negara kecil dan menengah untuk memihak," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, saat mengomentari kunjungan Pompeo ke Sri Lanka.

Baca juga: Menlu Retno: RI Ingin AS Jadi True Friend

Diketahui, sebelum kunjungan itu, dilaporkan AS mungkin akan meminta negara Sri Lanka untuk membuat pilihan sulit dalam hubungannya dengan China.

Wang menegaskan, China dan Sri Lanka merupakan tetangga yang secara tradisional bersahabat.

"Kedua negara telah mengembangkan hubungan bilateral dengan mengingat Lima Prinsip Hidup Berdampingan Secara Damai, dan bekerja sama berdasarkan pijakan yang sama dan saling menguntungkan, yang secara substansial telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sri Lanka," tutur Wang. 

"Ini adalah fakta yang tidak bisa digoyahkan dengan cara apapun," imbuhnya.

Wang memastikan China akan terus bermitra dengan Sri Lanka, kendati pejabat AS telah mengunjungi negara Asia Selatan tersebut. 

Apalagi, kata Wang, dirinya mengaku menemukan sebuah artikel yang ditulis seorang diplomat Sri Lanka, yang mengatakan negara tersebut akan menangani hubungan luar negeri sesuai dengan konstitusi, undang-undang dan keinginan rakyat. Mereka, disebut tak memerlukan ceramah eksternal tentang pemerintahan negara.

"Kami akan terus bekerja dengan Sri Lanka untuk memperdalam dan memperluas kemitraan kerja sama strategis bilateral, memberikan manfaat bagi kedua bangsa, dan berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas regional," tandas Wang, dikutip dari Xinhua. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0