Indonesia-AS Sepakat Perketat Keamanan Milliter dan Maritim

Esper dan Prabowo membahas keamanan regional, prioritas pertahanan bilateral, dan akuisisi pertahanan
Sarah Fiba - Dunia,Selasa, 20-10-2020 08:50 WIB
Indonesia-AS Sepakat Perketat Keamanan Milliter dan Maritim
(PP)

Nusantaratv.com- Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperketat kerja sama pertahanan dan keamanan maritim kedua negara usai pertemuan Menteri Pertahanan AS Mark Esper dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Washington DC, Jumat. (16 Okt).

Esper dan Prabowo membahas keamanan regional, prioritas pertahanan bilateral, dan akuisisi pertahanan, kata Departemen Pertahanan AS dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada 16 Oktober dikutip The Star. 

"Kedua pemimpin berbagi keinginan mereka untuk meningkatkan kegiatan militer-ke-militer bilateral dan bekerja sama dalam keamanan maritim," kata pernyataan itu.

Esper mengkomunikasikan pentingnya menegakkan hak asasi manusia, supremasi hukum, dan profesionalisasi seiring kedua negara memperluas keterlibatan mereka sementara Prabowo mengungkapkan pentingnya keterlibatan militer di semua tingkatan.

Belum ada pengumuman resmi tentang kesepakatan senjata dengan Pentagon, meskipun Indonesia telah menyatakan minatnya pada beberapa sistem persenjataan buatan AS, seperti helikopter angkat berat CH-47 Chinook, pesawat hybrid tiltrotor MV-22 Osprey atau Pesawat jet ringan F-16 Fighting Falcon.

Ada juga minat di antara perusahaan pertahanan Indonesia pada jet tempur berat F-15 Eagle dan bahkan jet tempur siluman F-35 Lightning II.

Satu-satunya kolaborasi yang jelas dari pertemuan hari Jumat adalah ketika Esper dan Prabowo menandatangani nota niat (MOI) untuk memajukan upaya Defense Prisoner of War / Missing in Action Accounting Agency untuk memulai kembali pekerjaan di Indonesia untuk memulihkan sisa-sisa personel AS yang hilang di Indonesia selama Perang Dunia II, menurut pernyataan itu.

"Kedua pemimpin menyatakan simpati kepada mereka yang terkena Covid-19 di Amerika Serikat dan Indonesia," tambahnya.

Belum ada pengumuman resmi dari Kementerian Pertahanan Indonesia hingga Minggu pagi, juga belum ada pengumuman resmi destinasi Prabowo selanjutnya. 

Sebelumnya, AS diyakini telah memasukkan Prabowo dalam daftar hitam karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur pada 1997-1998.

Pelanggaran HAM juga mengakibatkan dihentikannya kerjasama formal dengan pihak militer Indonesia (TNI) dan khususnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Angkatan Darat. Larangan Kopassus dicabut pada 2010.
 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0