AS Desak Arab Saudi Normalisasi Hubungan Dengan Israel

Pompeo mengatakan, AS mendukung "program penjualan senjata yang kuat" jika Kerajaan mau menormalisasi hubungan dengan Israel.
Ramses Rianto Manurung - Dunia,Kamis, 15-10-2020 01:27 WIB
AS Desak Arab Saudi Normalisasi Hubungan Dengan Israel
Menlu AS, Mike Pompeo/ist

Jakarta, Nusantaratv.com-Negara super power Amerika Serikat mendesak Arab Saudi untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

Desakkan tersebut dilontarkan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo saat bertemu dengan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, Rabu (14/10).

Pompeo mengatakan, AS mendukung "program penjualan senjata yang kuat" jika Kerajaan mau menormalisasi hubungan dengan Israel.

“Kami berharap Arab Saudi akan mempertimbangkan untuk menormalisasi hubungannya juga, dan kami ingin berterima kasih kepada mereka atas bantuan mereka dalam keberhasilan Abraham Accords sejauh ini,” kata Pompeo.

Baca juga: PM Israel Benjamin Netanyahu Sepakat Bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Bahas Apa?

Abraham Accords adalah perjanjian yang ditengahi AS untuk menormalkan hubungan diplomatik dengan Israel. Pompeo berharap Arab Saudi juga mendorong para pemimpin Palestina atau Otoritas Palestina untuk kembali bernegosiasi dengan Israel.

Uni Emirat Arab dan Bahrain bulan lalu menandatangani perjanjian menuju normalisasi hubungan dengan Israel, dalam penyelarasan strategis negara-negara Timur Tengah melawan Iran.

“Mereka mencerminkan dinamika yang berubah di kawasan, di mana negara-negara dengan tepat mengakui kebutuhan kerjasama kawasan untuk melawan pengaruh Iran dan menghasilkan kemakmuran,” sebut Pompeo.

AS berusaha membujuk lebih banyak negara Teluk untuk mencapai kesepakatan serupa dengan Israel, seperti yang Uni Emirat Arab dan Bahrain pada acara resmi 15 September lalu di Washington.

Arab Saudi menyusun inisiatif pada 2002 di mana negara-negara Arab menawarkan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai imbalan atas kesepakatan kenegaraan dengan Palestina dan penarikan penuh Israel dari wilayah yang mereka rebut pada 1967.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0