Ribuan Muslim Bangladesh Berunjuk Rasa Melawan Prancis

Para pengunjuk rasa berkumpul di pagi hari di depan Masjid Baitul Mokarram utama di Dhaka
Sarah Fiba - Dunia,Selasa, 27-10-2020 21:07 WIB
Ribuan Muslim Bangladesh Berunjuk Rasa Melawan Prancis
(AP)

Nusantaratv.com- Sekitar 10.000 warga Bangladesh dari kelompok Islamis berdemo di ibu kota negara pada hari Selasa (27/10)  untuk mengecam tampilan karikatur Nabi Muhammad di Prancis, sementara pemimpin kelompok itu mendesak Muslim di seluruh dunia untuk memboikot produk Prancis.

Para pengunjuk rasa berkumpul di pagi hari di depan Masjid Baitul Mokarram utama di Dhaka, Bangladesh.

Mereka kemudian mulai berbaris menuju Kedutaan Besar Prancis, yang terletak beberapa kilometer dari masjid. Tapi polisi mencegat prosesi itu dalam perjalanannya dan berakhir dengan damai.

Para pengunjuk rasa dari Islami Andolon Bangladesh, sebuah kelompok yang mengadvokasi penerapan hukum Islam di negara mayoritas Muslim itu, membawa spanduk dan plakat bertuliskan "Semua muslim di dunia, bersatu" dan "Boikot Prancis."

AP melaporkan, mereka juga membawa potongan besar foto Presiden Prancis Emmanuel Macron dan menggantungkan sepatu di lehernya.

Negara-negara mayoritas Muslim telah marah dengan pernyataan Macron minggu lalu di mana dia menolak untuk mengutuk publikasi atau pertunjukan karikatur Nabi Muhammad.

Seorang anak berusia 18 tahun asal Chechnya dituduh melakukan pemenggalan pada 16 Oktober di dekat Paris dari seorang guru bahasa Prancis yang telah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad.

Prancis menganggap satire religius sebagai salah satu jenis pidato yang termasuk dalam kebebasan berekspresi, sementara banyak Muslim menganggap serangan apa pun yang dirasakan terhadap nabi mereka sebagai pelanggaran berat.

Para pengunjuk rasa berkumpul di pagi hari di depan Masjid Baitul Mokarram utama Bangladesh di Dhaka, ibu kota, dan kemudian mulai berbaris menuju Kedutaan Besar Prancis, yang terletak beberapa kilometer dari masjid. Tapi polisi mencegat prosesi itu dalam perjalanannya dan berakhir dengan damai.

Bangladesh adalah negara mayoritas Muslim dengan 160 juta orang dan diatur oleh konstitusi sekuler. Namun puluhan kelompok, termasuk Islami Andolon Bangladesh, telah lama menuntut diberlakukannya hukum Syariah di negara tersebut.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0