Korut ‘Pamer’ Rudal Balistik, AS Kecewa

ICBM adalah rudal berbahan bakar cair terbesar yang ada di dunia ini.
Supriyanto - Dunia,Selasa, 13-10-2020 10:49 WIB
Korut ‘Pamer’ Rudal Balistik, AS Kecewa
Rudal Balistik antarbenua (ICBM) milik Korea Utara.

Nusantaratv.com – Sabtu (10/10), Korea Utara memperingati 75 tahun Partai Buruh berkuasa. Peringatan itu dirayakan dengan mengadakan pawai besar-besaran. Tak lupa dalam acara tersebut dipamerkan pula rudal balistik antarbenua terbaru (ICBM) dalam sebuah parade militer. 

Tindakan tersebut mendapat kecaman pejabat Amerika Serikat, mengingat negosiasi denuklirisasi antara Washington dengan Pyongyang masih menemui jalan buntu.

Pertemuan terakhir antara Trump dan Kim membahas denukliriasi pada 2019 lalu menemui jalan buntu. Penyebabnya karena belum adanya kesepakatan terkait keringanan sanksi dan imbalan yang diberikan AS kepada Korut.

“Sangat mengecewakan melihat DPRDK (Korea Utara) terus memprioritaskan program rudal balistik dan nuklir yang dilarang,” kata pejabat tersebut.

“Amerika Serikat tetap mengacu pada pertemuan terakhir Presiden Trump dan Pemimpin Kim yang ditetapkan di Singapura (pada 2018) dan menyerukan kepada DPRK untuk terlibat dalam negosiasi yang berkelanjutan dan substansif untuk mencapai denuklirisasi sepenuhnya.”

Baca Juga: Perang Lawan Pandemi Covid-19, Jerman Kerahkan 15.000 Tentara

Dikutip dari AFP, menurut para analis dengan memamerkan rudal ICBM membuktikan Korut sejatinya masih mengembangkan persenjataannya meski proses diplomatik sedang berlangsung.

ICBM adalah rudal berbahan bakar cair terbesar yang ada di dunia ini. Rudal ini dirancang bisa membawa hulu ledak dalam jumlah massif.

Pameran persenjataan yang dilakukan Korut itu juga mendapat kritikan dari Korsel.

“Korea Utara meluncurkan senjata, termasuk apa yang dicurigai sebagai rudal balistik jarak jauh baru,” tulis pihak kementerian pertahanan Korsel dalam pernyataannya.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan berharap Korut mau kembali ke meja perundingan terkait pembicaraan denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea.

Seorang profesor studi Korea di Tufts University di Amerika Serikat, Sung-yoon Lee, menyebut peringatan hari jadi Partai Buruh bisa diartikan bahwa Korea Utara memiliki kebutuhan politik dan strategis untuk melakukan sesuatu yang lebih besar.

“Menampilkan senjata paling canggihnya akan menandakan langkah maju yang besar dalam kemampuan ancaman Pyongyang yang kredibel”, katanya.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0