Gegara Ulah Cina, Vietnam Didenda Kontraktor Eksplorasi Energi

Sengketa wilayah antara Vietnam dengan Cina turut disinggung oleh Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga saat bertemu Perdana...
Ramses Rianto Manurung - Dunia,Selasa, 20-10-2020 20:01 WIB
Gegara Ulah Cina, Vietnam Didenda Kontraktor Eksplorasi Energi
Foto peta Laut Cina Selatan/ist

Vietnam, Nusantaratv.com-Vietnam terlibat masalah tumpang tindih kepemilikan Pulau Paracels dengan Cina di Laut Cina Selatan. Cina (LCS) mengklaim 80% wilayah LCS adalah miliknya.

Sikap agresif Cina di LCS mengakibatkan Vietnam terpaksa menunda eksplorasi energinya. Bahkan sejumlah media asing melaporkan Vietnam terpaksa membayar denda ke kontraktor.

Sengketa wilayah antara Vietnam dengan Cina turut disinggung oleh Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga saat bertemu Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc dalam kunjungannya ke Hanoi, Senin (19/10/2020).

Jepang makin erat menjalin kerja sama dengan Vietnam dan siap memasok peralatan dan teknologi militer ke negeri tersebut. Kedua negara sepakat memperkuat militer dan bisnis di tengah kekhawatiran makin agresif-nya China di Laut China Selatan (LCS).

Suga menegaskan Jepang menentang setiap langkah untuk meningkatkan ketegangan di laut tersebut. Di mana Vietnam dan sejumlah negara ASEAN, memiliki sengketa teritorial dengan China.

Baca juga: PM Jepang Yoshihide Suga Tiba di Indonesia

"Masalah LCS, penting bagi kita semua negara terkait untuk tidak bergantung pada kekuatan atau ancaman, tapi untuk bekerja sama menuju resolusi damai, sesuai hukum internasional," katanya lagi tanpa menyebut retorika anti-China.

Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan Phuc menyambut baik dukungan Jepang dan kekuatan global.

"Vietnam menyambut baik Jepang, kekuatan global, untuk terus berkontribusi secara aktif bagi perdamaian regional dan global, stabilitas," ujarnya.

Sama halnya dengan Vietnam, Jepang juga sempat bersitegang dengan Cina soal kepemilikan Pulau Senkaku/Diaoyu. Jepang pun bergabung dalam QUAD, aliansi bersama Amerika Serikat (AS), India, dan Australia yang bertujuan 'menentang' Cina di Asia.

Jepang sendiri telah mencabut larangan penjualan senjata sejak 2014. Selain ke Vietnam, disebutkan pembicaraan ekspor senjata juga tengah dibahas dengan Indonesia dan Thailand.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0