Dunia Khawatir, Konflik Cina dengan India  di Himalaya Bisa Berujung Perang Nuklir

Bahkan komentator politik Inggris, Mark Almond sampai menyebut konflik Cina dengan India layak menjadi musuh bersama karena...
Ramses Rianto Manurung - Dunia,Selasa, 27-10-2020 20:26 WIB
Dunia Khawatir, Konflik Cina dengan India  di Himalaya Bisa Berujung Perang Nuklir
Perdana Menteri India, Narendra Modi dan Presiden Cina, Xi Jinping/ist

Selain perang Armenia lawan Azerbaijan, perhatian dunia saat ini tertuju ke konflik bersenjata antara Cina dengan India. Dunia khawatir pertempuran Cina lawan India karena sengketa wilayah di Ladakh, Himalaya bisa berujung perang nuklir. Pasalnya, kedua negara sama-sama memiliki senjata pemusnah massal itu.

Bahkan komentator politik Inggris, Mark Almond sampai menyebut konflik Cina dengan India layak menjadi musuh bersama karena adanya ancaman perang nuklir.

"Konflik Himalaya  lebih dari sekedar masalah patriotisme," kata Almond, Selasa (27/10/2020). 

Kawasan glasier Himalaya adalah sumber air bagi jutaan warga India. New Delhi khawatir Cina dan sekutu terdekatnya di tanah Hindustan, Pakistan akan menjadikan cadangan air mereka sebagai jalan untuk menyandera jika bukan melakukan pemerasan politik.

Kekhawatiran India dianggap logis karena catatan menunjukkan Cina melakukan “politik cadangan air” dengan membatasi aliran Sungai Mekong di Tibet yang selama ini mengalir hingga Laos, Kamboja dan Vietnam.

Dalam beberapa bulan terakhir dua negara mega-Asia India dan Cina yang berbagi perbatasan di Ladakh telah beberapa kali terlibat kekerasan. 

Baca juga: Bikin Ciut China, Jepang- AS Gelar Latihan Militer Besar-besaran

Beberapa bulan lalu misalnya 20 tentara India termasuk seorang kolonel dan sejumlah tentara Cina dilaporkan tewas menyusul baku pukul yang berlangsung brutal di tengah suhu yang terbilang dingin.

Sejak insiden penembakan fatal tahun 1975 kedua negara sepakat untuk berpatroli di sepanjang perbatasan tanpa senjata api.

Terkait kekerasan terakhir Cina menuduh India dua kali melanggar kesepakatan dengan melewati garis perbatasan selain mempovokasi dan menyerang personel militer Cina.

Tak terima India sebaliknya menuding upaya Cina mengubah status  menjadi biang konflik.

Ketegangan di antara keduanya memicu kekhawatiran tersendiri karena baik Cina maupun India sama-sama memiliki amunisi berhulu ledak nuklir. 

India diperkirakan memiliki 140 hulu ledak nuklir plus kapal selam yang mampu membawa 12 rudal dan bomber darat yang dapat menghancurkan Cina. Sementara, Cina yang memiliki sekitar 300 hulu ledak bisa dengan mudah meluluhlantakan India.

April 2020 lalu Beijing pamer kekuatan dengan menurunkan sejumlah senjata berat ke Mongolia.

Sejumlah pakar menyebut,Cina sengaja membocorkan pengiriman senjata-senjata mematikan itu sebagai peringatan bagi India dan Amerika Serikat jika sampai ketegangan di Ladakh memburuk.

Ketegangan Cina dengan India akibat sengketa wilayah di Ladakh, Himalaya tampaknya akan semakin meningkat. Karena belakangan Cina menambah terus kekuatan militernya. Aksi itu direspon India dengan 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
1
sad
0
wow
0