Mayat WNI Diduga Korban Penculikan Ditemukan di Filipina

Kelompok Abu Sayyaf dianggap sebagai kelompok ekstremis terkecil tetapi paling kejam di Filipina
Sarah Fiba - Dunia,Kamis, 01-10-2020 19:17 WIB
Mayat WNI Diduga Korban Penculikan Ditemukan di Filipina
(The Star)

Nusantaratv.com-  Pasukan Filipina telah menemukan mayat seorang warga negara Indonesia yang diduga menjadi korban penculikan di provinsi Sulu di Filipina selatan, kata militer pada Rabu (30/9)

Letnan Kolonel Ruben Guinolbay, komandan Batalyon Infanteri ke-45 Angkatan Darat, mengatakan pasukan menemukan mayat itu di kota Patikul di Sulu pada Selasa sore saat mengejar teroris.

Melansir The Star, militer tidak mengidentifikasi korban penculikan tetapi mengatakan dia mungkin salah satu dari lima nelayan Indonesia yang diculik oleh teroris Abu Sayyaf di perairan Sabah pada bulan Januari.

Guinolbay mengatakan pasukan sedang menjelajahi rute yang diambil oleh para teroris yang melarikan diri ketika mereka menemukan mayat sekitar 300 meter dari lokasi pertemuan di Maligay, sebuah desa dekat kota Patikul.

Mayor Jenderal Corleto Vinluan, komandan jenderal militer di Komando Mindanao Barat, mengatakan para penculik membunuh korban penculikan ketika mencoba melarikan diri selama baku tembak.

Kelompok Abu Sayyaf dianggap sebagai kelompok ekstremis terkecil tetapi paling kejam di Filipina selatan. Kelompok itu, yang diperkirakan memiliki 200 pejuang, aktif di provinsi pulau Sulu dan Basilan yang miskin.

Kelompok ini bertanggung jawab atas serangkaian penculikan-untuk-tebusan, pemboman mematikan, penyergapan personel keamanan, pemenggalan kepala publik, pembunuhan, dan pemerasan di wilayah Mindanao.

Kelompok yang telah meneror kawasan selatan Filipina sejak 1990-an itu memangsa turis asing, pengusaha, dan nelayan tidak hanya dari Filipina tapi juga dari Indonesia dan Malaysia dan menyembunyikan mereka di hutan atau pulau terpencil Filipina.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0