Bandara Soeta Siapkan Jalur Khusus untuk Wisatawan Indonesia -Singapura

Kesepakatan tersebut telah menetapkan dua rute untuk koridor perjalanan,
Sarah Fiba - Dunia,Selasa, 20-10-2020 08:24 WIB
Bandara Soeta Siapkan Jalur Khusus untuk Wisatawan Indonesia -Singapura
(Soeta Airport)

Nusantaratv.com- Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyediakan jalur khusus untuk penumpang yang melakukan perjalanan antara Indonesia dan Singapura karena kedua negara telah sepakat untuk membentuk koridor perjalanan guna memfasilitasi misi diplomatik yang mendesak dan perjalanan bisnis yang penting.

Pengaturan perjalanan, yang disebut Reciprocal Green Lane (RGL), akan mulai berlaku pada 26 Oktober.

"Kami telah menyediakan beberapa pos pemeriksaan bagi penumpang yang menempuh rute Indonesia-Singapura dalam skema RGL," kata direktur operator bandara PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dikutip tribun.

Dia menambahkan bahwa pengaturan tersebut akan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Wisatawan yang menggunakan jalur khusus harus melalui pemindai termal di terminal sebelum berhenti di konter check-in, di mana mereka diwajibkan untuk menunjukkan hasil tes reaksi rantai polimerase negatif (PCR) yang berlaku selama 72 jam.

Mereka kemudian harus memverifikasi kesehatan mereka melalui aplikasi kartu peringatan kesehatan elektronik (e-HAC) sebelum diizinkan naik ke pesawat.

Sementara bagi penumpang yang datang, Awaluddin mengatakan, begitu sampai di terminal kedatangan mereka harus melewati check-in clearance melalui e-HAC yang diisi saat pemberangkatan.

Mereka kemudian harus melewati loket imigrasi dan bea cukai sebelum mencapai area pengujian PCR. 

Jika hasil tes negatif, mereka diizinkan melanjutkan perjalanan ke Indonesia. Namun, jika hasil tes PCR menunjukkan hasil positif, maka traveler harus menjalani karantina.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan koridor perjalanan hanya sebatas menekan perjalanan diplomatik dan bisnis serta tidak mencakup pariwisata.

Menurut kementerian, warga negara Indonesia yang ingin memasuki Singapura melalui koridor tersebut akan diharuskan memiliki sponsor resmi dari badan dan perusahaan negara Singapura, selain tiket perjalanan yang aman.

Demikian pula, warga negara Singapura yang bepergian ke Indonesia harus memiliki sponsor resmi dari departemen negara dan badan usaha Indonesia, selain visa.

Kesepakatan tersebut telah menetapkan dua rute untuk koridor perjalanan, satu antara Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Changi dan yang lainnya antara Terminal Feri Batam dan Terminal Feri Tanah Merah.

Kedua negara telah menyetujui prosedur tertentu untuk memastikan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, kata Retno. 

Misalnya, pelancong diharuskan untuk mengambil dua tes PCR - satu dalam 72 jam sebelum keberangkatan dan satu lagi setelah tiba di bandara atau terminal feri.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
1
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0