UNICEF Ingatkan Kerugian Dialami Anak Sangat Besar Saat Pandemi

Tambahan lagi ada 150 juta anak tergelincir ke dalam kemiskinan multidimensi pada pertengahan 2020
Raymond - Dunia,Kamis, 19-11-2020 19:20 WIB
UNICEF Ingatkan Kerugian Dialami Anak Sangat Besar Saat Pandemi
ilustrasi/Kompasiana

Nusantaratv.com - Organisasi Anak dan Pendidikan dunia UNICEF bahwa anak-anak merupakan kelompok yang sangat rentan di masa pandemi corona seperti saat ini. irektur eksekutif UNICEF Henrietta Fore mengatakan, bahwa keadaan ini juga akan membawa dampak kemiskinan.

"Semakin lama krisis berlanjut, semakin dalam dampaknya pada pendidikan, kesehatan, gizi dan kesejahteraan anak-anak. dan masa depan eluruh generasi terancam," tegasnya dalam siaran persnya.

Bahkan di tahun pandemi ini, krisis hal terhadap anak juga menurutnya terjadi. Tentunya jika tidak ditangani dengan benar, maka akan beresiko hingga seumur hidup.

Dimana menurut laporannya, UNICEF menemukan penurunan cakupan layanan kesehatan di sepertiga dari 140 negara yang disurvei, terutama karena upaya peredaman wabah corona dan ketakutan akan infeksi Covid-19. Pelayanan yang menurun itu termasuk vaksinasi rutin, rawat jalan, dan layanan kesehatan ibu.

Adapun secara global, 265 juta anak tidak bisa ke sekolah dan kehilangan makanan yang disediakan sekolah selama pandemi, kata UNICEF. Enam hingga tujuh juta anak di bawah usia lima tahun mengalami malnutrisi akut tahun ini, meningkat 14 persen dibanding tahun sebelumnya, kebanyakan di sub-Sahara Afrika dan Asia Selatan.

Tambahan lagi ada 150 juta anak tergelincir ke dalam kemiskinan multidimensi pada pertengahan 2020, kata laporan UNICEF.

"Diperkirakan dua juta tambahan kematian anak dan 200.000 tambahan kematian bayi baru lahir yang dapat terjadi selama periode 12 bulan, karena adanya gangguan parah pada layanan kesehatan dan meningkatnya malnutrisi," jelas UNICEF.

Sementara itu, terkait Hari Anak Internasional yang diperingati setiap tanggal 20 November  tentunya menjadi momen penting untuk menekankan kesadaran serta meningkatkan kesejahteraan anak.

"Sepanjang pandemi Covid-19 ada mitos yang terus berlanjut bahwa anak-anak hampir tidak terpengaruh oleh penyakit itu. Tidak ada yang bisa lebih jauh dari kebenaran," tutupnya.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0