Pertempuran Pecah Antara Armenia dan Azerbaijan, Ada Apa?

Kementerian pertahanan Azerbaijan mengkonfirmasi hilangnya satu helikopter
Sarah Fiba - Dunia,Senin, 28-09-2020 00:59 WIB
Pertempuran Pecah Antara Armenia dan Azerbaijan, Ada Apa?
(EOu)

Nusantaratv.com- Pertempuran sengit telah meletus antara Armenia dan Azerbaijan atas sengketa wilayah Nagorno-Karabakh, dengan warga sipil tewas menjadi korban. 

Menuduh Azerbaijan melakukan serangan udara dan artileri, Armenia melaporkan telah menjatuhkan helikopter dan menghancurkan tank, serta mengumumkan darurat militer.

Azerbaijan mengatakan pihaknya juga telah memulai serangan balasan sebagai tanggapan atas penembakan.

Wilayah ini diakui secara internasional sebagai bagian dari Azerbaijan tetapi dikendalikan oleh etnis Armenia.

Mereka memisahkan diri di tahun-tahun terakhir Uni Soviet. Baik Armenia maupun Azerbaijan adalah bagian dari negara komunis, yang berupaya menekan perbedaan etnis dan agama.

Di tengah bentrokan itu, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan dia yakin akan mendapatkan kembali kendali atas wilayah yang memisahkan diri itu.

Darurat militer juga telah diberlakukan di beberapa wilayah Azerbaijan. 

Kementerian pertahanan Armenia mengatakan serangan terhadap pemukiman sipil di Nagorno-Karabakh, termasuk ibu kota regional Stepanakert, dimulai pada pukul 08:10 waktu setempat (04:10 GMT) pada hari Minggu.

Otoritas separatis di Nagorno-Karabakh mengatakan 16 prajurit mereka telah tewas, dengan 100 luka-luka.

Armenia mengatakan telah menembak jatuh dua helikopter dan tiga drone, serta menghancurkan tiga tank.

Pemerintah Armenia mengumumkan darurat militer dan mobilisasi militer total , tak lama setelah pengumuman serupa oleh pihak berwenang di Nagorno-Karabakh.

Darurat militer adalah tindakan darurat di mana militer mengambil alih wewenang dan fungsi pemerintahan sipil.

"Bersiaplah untuk mempertahankan tanah air suci kami," kata Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan setelah menuduh Azerbaijan melakukan agresi yang telah direncanakan sebelumnya.

Memperingatkan bahwa kawasan itu berada di ambang perang skala besar, dan menuduh Turki berperilaku agresif,  ia mendesak komunitas internasional untuk bersatu guna mencegah destabilisasi lebih lanjut.

Kementerian pertahanan Azerbaijan mengkonfirmasi hilangnya satu helikopter tetapi mengatakan awaknya selamat, dan melaporkan bahwa 12 sistem pertahanan udara Armenia telah dihancurkan. Mereka membantah kerugian lain yang dilaporkan oleh Armenia.

Presiden Aliyev mengatakan dia telah memerintahkan operasi serangan balasan skala besar sebagai tanggapan atas serangan tentara Armenia.

"Akibat operasi kontra-ofensif, sejumlah pemukiman Azerbaijan yang diduduki telah dibebaskan," katanya dalam sambutan yang disiarkan di televisi.

"Saya yakin bahwa operasi penyerangan balasan yang sukses akan mengakhiri pendudukan, ketidakadilan, pendudukan selama 30 tahun."-BBC

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0