Penyiar Al-Jazeera Beragama Kristen Lawan Presiden Perancis Gara-gara Kartun Nabi Muhammad

Saya Jalal Chahda, seorang Kristen Levantine Arab, dan saya dengan keras menolak dan mencela penghinaan terhadap Nabi Islam
Raymond - Dunia,Senin, 26-10-2020 15:59 WIB
Penyiar Al-Jazeera Beragama Kristen Lawan Presiden Perancis Gara-gara Kartun Nabi Muhammad
Emmanuel Macron

Nusantaratv.com - Sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina Nabi Muhammad  menuai kecaman dari umat Kristen di Arab. Marcon menyebut, dirinya tidak melarang penerbitan kartun dengan alasan kebebasan berekspresi.

Akibat dampak tersebut, sejumlah negara Timur Tengah juga berencana memboikot berbagai produk yang berasal dar Prancis.

Tak hanya masyrakat biasa, kelompok jurnalis juga memberikan sindiran keras atas sikap Marcon. "Saya Jalal Chahda, seorang Kristen Levantine Arab, dan saya dengan keras menolak dan mencela penghinaan terhadap Nabi Islam, Utusan Tuhan #Mohammad. Berkah dan damai," ujar Jalal, yang merupakan penyiar senior Al Jazeera, yang mengaku dirinya beragama Kristen, melalui akun Twitternya.

Ia dengan tegas menolak keras sikap Marcon dengan melampirkan foto yang menyatakan: "Muhammad, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian." . Tak butuh waktu lama, sejumlah umat Muslim di berbagai belahan dunia meyambut positif pernyataan Jalal.

Rekan satu kantor Jalal, yakni Ghada Owais, yang juga beragama Kristen merespon cuitan tersebut. “Saya menolak untuk menyakiti perasaan Muslim atau untuk menggeneralisasi terorisme dan mengaitkannya dengan Islam," tegasnya.

Adapula seorang pengacara dari Mesir Nevin Malak juga mencuit tagar '#Againstinsultingtheprophet (#lawanpenghinaannabi) yang mengutip beberapa ajaran Alkitab yang menyerukan untuk menghormati agama lain.

Marcon dinilai sejumlah umat Muslim di Prancis berusaha menekan Islam dengan legitimasi Islamophobia.

 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0