Guru Sejarah Dipenggal, Presiden Perancis: Pengecut!

Pelaku ditembak mati petugas
Mochammad Rizki - Dunia,Sabtu, 17-10-2020 11:35 WIB
Guru Sejarah Dipenggal, Presiden Perancis: Pengecut!
Presiden Perancis Emmanuel Macron.

Perancis, Nusantaratv.com - Seorang guru sejarah di Perancis dipenggal, Jumat (16/10/2020). Ia dihabisi nyawanya usia menunjukkan dan berdiskusi mengenai karikatur Nabi Muhammad kepada siswanya, 10 hari lalu.

Baca juga: Corona AS Tembus 8 Juta Kasus, 218 Ribu Orang Meninggal 

Pembunuhan terjadi di kediaman korban di kota Conflans-Sainte-Honorine sekira pukul 17.00 waktu setempat.

Menurut seorang saksi, dirinya mendengar teriakan "Allahu Akbar" kala tersangka melakukan aksinya. 

Polisi seketika menembak mati pelaku, 600 meter dari tempat kejadian. Hal itu terjadi lantaran pelaku menolak meletakkan senjatanya dan bertindak mengancam.

Tersangka diketahui tak memiliki anak di sekolah tempat guru mengajar. 

Berdasarkan informasi, seorang asal Chechnya berusia 18 tahun yang lahir di Moskow, diduga menjadi pelaku pembunuhan. 

Adapun orangtua seorang siswa, sempat melaporkan aksi guru yang mendiskusikan karikatur tersebut. 

Sementara, Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai peristiwa pemenggalan tersebut sebagai serangan pengecut.

Macron sendiri langsung mengunjungi sekolah tempat sang guru bekerja di kota Conflans-Saint-Honorine dan bertemu dengan staf. 

"Salah satu rekan kami dibunuh hari ini karena dia mengajarkan kebebasan berekspresi, kebebasan untuk percaya atau tidak," ujar Macron. 

Ia pun berharap, insiden tersebut tak jadi pemecah-belah Prancis. Sebab, kata dia kondisi itulah yang diinginkan oleh para ekstremis.

"Kita harus berdiri bersama sebagai warga negara," tandas Macron. Demikian dikutip dari Reuters. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0