Erdogan: "Turki Dukung Azerbaijan Karena Amerika Serikat Pasok Senjata ke Armenia"

Erdogan menuding Amerika Serikat, Rusia dan Prancis tidak berniat untuk menyerahkan Karabakh karena mereka tidak menggelar...
Ramses Rianto Manurung - Dunia,Senin, 19-10-2020 23:51 WIB
Erdogan:
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan/ist

Istanbul, Nusantaratv.com- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membeberkan alasan negaranya mendukung Azerbaijan dalam perang sengketa wilayah Nagorno-Karabakh melawan Armenia 

Erdogan menyebutkan Armenia mendapat bantuan dari Grup Minsk, yang berisi AS, Perancis, dan Rusia. Dia menuding ketiga negara itu memasok senjata kepada Armenia, seraya menyalahkan negara itu sudah melanggar gencatan senjata pada akhir pekan.

"Mengapa Turki memihak Azerbaijan? Kalian tahu trio Minsk: AS, Rusia, Perancis. Di pihak siapa mereka? Di pihak Armenia," kata dia. 

"Apakah mereka memberikan dukungan persenjataan? Tentu saja," lanjut Erdogan sebagaimana diberitakan Hurriyet Minggu (18/10/2020). 

Baca juga: Perang Armenia Kontra Azerbaijan Semakin Sengit, Rusia dan Turki Bakal Ikut Campur

Presiden berusia 66 tahun itu menuturkan, Azerbaijan semata-mata hanya ingin membebaskan daerahnya di Nagorno-Karabakh yang diduduki Armenia. Dia menyatakan Armenia sudah menduduki daerah itu dari negara tetangganya, ketika keduanya pecah dari Uni Soviet pada 1990-an silam. 

Mantan Wali Kota Istanbul pada 1994 sampai 1998 itu mengkritik trio Minsk yang dibentuk pada 1994 untuk menyelesaikan konflik Karabakh. Dia menuding ketiga negara itu tidak berniat untuk menyerahkan Karabakh karena mereka tidak menggelar negosiasi selama 30 tahun terakhir. 

Karena itu, sambung Erdogan, Azerbaijan memilih jalan perang untuk mendapatkan kembali daerahnya dari muruh, dan yakin mereka bakal mendapatkan kemenangan. 

"Barat tidak mendukung Azerbaijan. Sekali lagi Armenia melanggar gencatan senjata. Apakah Barat membicarakan hal ini?" sindir Erdogan. 

"Tetapi ketika Turki memutuskan untuk membahasnya, mereka bakal mengatakan 'Turki tidak pernah bisa diam'," ujar Erdogan.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0