Dua Wanita Berhijab Ditusuk Pisau di Menara Eiffel

Pelaku disebut dalam kondisi mabuk
Mochammad Rizki - Dunia,Jumat, 23-10-2020 21:44 WIB
Dua Wanita Berhijab Ditusuk Pisau di Menara Eiffel
Menara Eiffel. (Shutterstock)

Paris, Nusantaratv.com - Dua perempuan berhijab ditusuk pisau di sekitar Menara Eiffel, Paris, Perancis, tengah pekan lalu. 

Hijab keduanya juga sempat dikoyak pelaku. 
Dua tersangka penikaman juga merupakan wanita. Saat kejadian, keduanya disebut dalam kondisi mabuk.

Awalnya, wanita berhijab meminta penyerang untuk mengikat anjing yang dibawanya. Karena, keluarga korban merasa terintimidasi.

Namun, dua perempuan penyerang malah merespons permintaan tersebut dengan mengambil pisau. 

Keduanya juga menghina korban dengan ucapan bernada rasisme, termasuk menyebutnya "Arab kotor"," rumahmu bukan di sini".

Baca juga: Pemenggal Guru di Perancis Remaja 18 Tahun 

Salah seorang korban menyebut, dua perempuan tersebut menyerang kepala, lengan, serta tulang rusuknya.

Korban sendiri merupakan wanita Perancis berdarah Aljazair bernama Kenza (49), serta Amel, yang usianya beberapa tahun lebih muda.

Sedangkan pelaku yang kini telah ditahan, ialah wanita kulit putih dengan penampilan khas Eropa. Kini keduanya menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan. 

"Kami pergi jalan-jalan. Di Menara Eiffel ada taman kecil yang agak gelap, kami melakukan sedikit tur di dalamnya. Saat kami berjalan, ada dua anjing yang mendatangi kami," ujar Kenza. 

"Anak-anak ketakutan. Sepupu saya, yang berhijab, meminta kepada kedua wanita itu apakah bisa mengikat anjing tersebut karena anak-anak takut," imbuhnya.

Namun pelaku menolak permintaan tersebut, dan malah melakukan kekerasan. 

"Setelah mereka menolak, salah satu dari keduanya mengeluarkan pisau, dia menyayat tengkorak saya, di punggung di tulang rusuk dan ada pukulan ketiga di lengan. Mereka kemudian menyerang sepupuku," jelas Kenza. 

Polisi telah menahan tersangka utama. Sementara rekannya, dibebaskan setelah memberikan jaminan. 

Pengacara korban, Arie Alimi, meminta para pelaku didakwa lebih berat karena melakukan percobaan pembunuhan yang terkait ras atau agama.

Meski begitu, kedua pelaku menampik menghina korban dengan nada rasis. 

Pengacara tersangka, Bernard Solitude, memperingatkan untuk tidak membesar-besarkan cerita ini di luar proporsinya.

Peristiwa ini membuat heboh media sosial di negara itu. Sejumlah orang menuduh pemerintah Perancis hanya diam pada serangan-serangan berlatar anti-Muslim.

Kejadian ini, menjadi aksi rasial usai pemenggalan guru sejarah bernama Samuel Paty, pada Jumat lalu. Demikian dikutip dari Daily Mail. 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0