AS Tarik Ribuan Pasukan dari Afghanistan dan Irak

Terdapat Sekitar 4.500 Tentara Amerika Serikat di Afghanistan dan 3.000 Tentara di Irak.
Adiantoro - Dunia,Rabu, 18-11-2020 11:40 WIB
AS Tarik Ribuan Pasukan dari Afghanistan dan Irak
Ilustrasi. (Saudi Gazette)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pelaksana tugas Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Christopher Miller pada Selasa (17/11/2020), mengumumkan akan menarik ribuan pasukan AS dari Afghanistan dan Irak mulai 15 Januari 2021.

Dilansir dari Saudi Gazette, Rabu (18/11/2020), Miller mengonfirmasi kabar penarikan 2.500 prajurit AS di Afghanistan dan 2.500 lainnya di Irak. Dia juga menyebut penarikan pasukan tidak mengubah kebijakan atau tujuan Negara Adi Kuasa itu.

Kendati demikian, dia tidak merinci mengenai rencana tersebut dan menolak memberikan jawaban lebih lanjut mengenai masalah ini.

Saat ini, terdapat sekitar 4.500 tentara AS di Afghanistan dan 3.000 tentara di Irak. Sebelumnya, Presiden Donald Trump memperingatkan jika dirinya akan mengurangi jumlah pasukan AS di kedua negara tersebut.

Salah seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan pengumuman pada Selasa (17/11/2020), konsisten dengan apa yang diumumkan Trump secara terbuka pada awal tahun ini dan konsisten dengan janjinya kepada rakyat Amerika.

Tapi, langkah itu menunjukkan jika Trump mungkin gagal memenuhi salah satu janji intinya, untuk menarik semua pasukan AS dari Afganistan sebelum dia meninggalkan jabatannya.

Trump telah menjanjikan mengakhiri perang 19 tahun di Afganistan sebelum Natal, tetapi sementara banyak sekutu NATO juga ingin meninggalkan negara itu, banyak yang merasa penarikan itu ceroboh mengingat kekerasan militan yang melanda Afganistan.

Trump akan meninggalkan jabatannya pada 20 Januari setelah kalah dalam pemilihan presiden bulan ini dari kandidat Demokrat Joe Biden. Kritikus mengecam Trump karena menentukan tanggal secara sepihak untuk menarik pasukan AS, yang dianggapnya semacam terobosan di Afganistan dan membenarkan penarikan besar-besaran.

Di sisi lain, pada Selasa (17/11/2020), Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg memperingatkan akan ada konsekuensi yang besar jika sekutu Barat menarik pasukan keluar dari Afghanistan terlalu cepat. Dia mengatakan hal itu justru memungkinkan militan ISIS untuk berkumpul kembali guna mengatur serangan.

Konsekuensi untuk pergi terlalu cepat atau dengan cara yang tidak terkoordinasi bisa sangat tinggi - kata Stoltenberg.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0