Hillary Clinton Desak Presiden dan Militer Nigeria Stop Bunuh Demonstran EndSARS 

Protes di Kota Lagos, Nigeria kian memanas sejak munculnya tuntutan untuk membubarkan Special Anti-Rental Forces (SARS)...
Ramses Rianto Manurung - Dunia,Rabu, 21-10-2020 19:03 WIB
Hillary Clinton Desak Presiden dan Militer Nigeria Stop Bunuh Demonstran EndSARS 
Hillary Clinton/Reuters

Lagos, Nusantaratv.com-Mantan kandidat Presiden Amerika Serikat, Hillary Clinton meminta Presiden Nigeria Mohammadu Buhari dan Angkatan Darat untuk berhenti membunuh demonstran yang berunjuk rasa menuntut pembubaran Special Anti-Rental Forces (SARS) atau pasukan anti pencurian khusus Nigeria.

Permintaan tersebut disampaikan Hillary melalui akun Twitternya, Selasa (20/10/2020).  

"Saya sungguh-sungguh meminta Muhammad Buhari dan militer Nigeria berhenti membunuh demonstran#EndSARS," cuit Hillary.

Protes di Kota Lagos, Nigeria kian memanas sejak munculnya tuntutan untuk membubarkan Special Anti-Rental Forces (SARS) atau pasukan anti pencurian khusus.

SARS pun dituduh melakukan pemerasan, penyiksaan hingga melakukan pembunuhan di luar hokum. Jagat Twitter pun dihebohkan dengan tagar #EndSARS.

Protes yang bermula ditujukan terhadap kebrutalan polisi, telah berkembang menjadi protes terhadap korupsi pemerintah dan ekonomi yang buruk.

Baca juga: Ini Daftar 48 Negara Lakukan Pilpres dengan Sistem 2 Ronde Tanpa Presidential Threshold, Mau Tau?

Dilihat kondisi Nigeria terkait ekonomi akibat jatuhnya harha minyak. Selain itu statistik resmi menunjukan 55 persen orang Nigeria menganggur dan kebanyakan diisi kaum muda.

Akibat aksi unjuk rasa besar-besaran ini Kota terbesar di Nigeria, Lagos pun lumpuh. Para pengunjuk rasa pun berhasil menutup jalan Tol Ibadan. Padahal jalan tol tersebut menjadi rute utama bagian selatan, timur, utara Nigeria.

Bukan hanya itu saja, pengunjuk rasa pun berhasil menutup hingga menyerbu bandara dan terminal di kota.

Chaos yang terjadi di Lagos telah menyita perhatian dunia termasuk Hillary Clinton. Pasalnya, beredar kabar, tentara bersenjata Nigeria menembakkan peluru tajam dan api ke  ribuan demonstran. 

Sementara Angkatan Darat Nigeria memposting tweet yang mengatakan bahwa ada berita palsu terkait aksi unjuk rasa di gerbang tol Lekki, Lagos.

Kelompok hak asasi Amnesty International mengatakan mereka menerima laporan dengan bukti yang kami tunjukkan mengatakan peluru tentara membunuh pengunjuk rasa selama Selasa kasala untuk protes #EndSARS gerbang tol Lekki.


 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0