Dogiyai Papua Rusuh, Hendrik Simatupang Tewas Terbakar Hidup-hidup di Dalam Rukonya

Kerusuhan dipicu oleh sekelompok warga yang tak terima karena ditegur saat minum-minuman keras di landasan pacu Bandara Moanemani

Sejumlah rumah, kios dan kendaraan milik warga pendatang ludes dibakar massa perusuh dalam kerusuhan di Dogiyai, Papua/ist

Dogiyai, Nusantara TV-Hendrik Simatupang menjadi korban dalam kerusuhan massa yang pecah di Dogiyai, Papua, Kami (15/7/2021) malam. Pria asal Sumatera Utara itu tewas secara tragis setelah terbakar hidup-hidup di dalam rukonya  di Kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua.

Kerusuhan juga mengakibatkan sebanyak 13 rumah dan 19 kios beserta isinya ludes terbakar.

Massa perusuh yang tidak dikenal tiba-tiba menyerang pemukiman warga pendatang dan melakukan aksi perusakan, penganiayaan dan pembakaran.

Menurut informasi, kerusuhan tersebut dipicu kejadian saat sekelompok orang mabuk setelah minum minuman keras (Miras) di Runway Bandara Moanemani, Kamis (15/7/2021) sore.

Mereka tersinggung ketika ditegur dan diminta keluar area bandara oleh petugas keamanan Paskhas dari Yonko 463/Trisula.

"Berselang 20 menit, sekitar 20 orang warga yang diprovokasi membawa panah, parang dan batu, mendatangi runway dan langsung mengeroyok lima personil satgas Paskhas TNI AU," ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal dikutip dari Tribun, Jumat (16/7/2021) malam.

Untuk mengendalikasi situasi personel Satgas Paskhas pun melepas tembakan peringatan, lalu warga melarikan diri.

Namun akibat pengeroyokan dua dari lima anggota Paskhas TNI AU mengalami luka sobek dan lukas serius pada bagian kepala.

Kedua korban; Didik Prayudi terkena pukulan batu di bagian kepala, dan Atok Tri Utomo terkena parang.

Baca juga: Demo di Patung Kuda Rusuh, Lalin Dari HI ke Monas Ditutup

Massa perusuh kemudian memprovokasi warga lainnya. Dalam jumlah besar mereka berkumpul di Ekimanida, Distrik Kamuu, sekitar pukul 20.49 WIT.

Massa lalu membakar bengkel dan warung bakso milik Iwan, menyusul puluhan rumah dan kios milik perantau lainnya.

Diserang secara tiba-tiba, warga pendatang yang tak tahu apa-apa lari ketakutan dan mengungsi ke pos keamanan terdekat.

Tak hanya merusak dan membakar, massa perusuh juga menjarah isi toko dan bahan bangunan milik warga pendatang hingga Jumat (16/7/2021) pagi. 

Sekitar pukul 06.41 WIT, Kapolsek Kamuu Iptu Mikael Ayomi tiba di lokasi guna mengevakuasi jenazah Hendrik Simatupang yang hangsu terbakar.

"Saat ini personil gabungan Polsek Kamuu dan Polres Nabire terus melakukan patroli untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan," jelas Kamal.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK