Ditutup Karena Beracun, Kota Wittenoom Malah Jadi Tempat Tujuan Wisata Ekstrim

Untuk menurunkan minat kunjungan wisatawan, pada 2006, pemerintah setempat telah menghapus Wittenoom dari peta, menghilangkan tanda dan rambu jalan yang mengarah...

Meski kota mati yang berbahaya, Wittenoom selalu memikat pelancong. (Shutterstock via Sooperboy)

Nusantaratv.com - Sempat mengalami puncak kejayaan sebagai kota penghasil tambang asbes pada tahun 1930-an hingga 1966, kota Wittenoom berpenduduk 20 ribu jiwa di daerah terpencil Pilbara, Australia Barat itu, kini ditutup pemerintah.

Dulu banyak penduduk di kota ini berprofesi sebagai pengangkut asbes biru beracun. Lebih dari 2.000 kematian dikaitkan dengan kegiatan penambangan di Wittenoom. Dari hasil penyelidikan, seluruh daerah di kota ini telah terkontaminasi.

Baca Juga: BPOM: Vaksin Sinovac Tidak Mengandung Bahan Berbahaya

Demi keselamatan penduduk, sejak 1978, pemerintah telah menutup kota Wittenoom. Namun kota ini malah berubah menjadi tempat tujuan wisata baru. Ribuan wisatawan yang penasaran datang ke Wittenoom hanya untuk berfoto selfie dan mengunggah foto kota mati tersebut ke media sosial.

Untuk menurunkan minat kunjungan wisatawan, pada 2006, pemerintah setempat telah menghapus Wittenoom dari peta, menghilangkan tanda dan rambu jalan yang mengarah ke kota itu. Juga listrik di daerah itu dicabut dan memasang tanda peringatan. Namun, penggemar lokasi wisata ekstrem tidak peduli dan tetap datang.

Setiap tahun, ribuan pelancong datang dan “tutup mata” terhadap papan peringatan yang tersebar di seluruh kota hantu itu. Saking tingginya antusiasme pelancong, beberapa operator pariwisata di Australia Barat (WA) bahkan menawarkan kunjungan lengkap dengan pemandu.

“Kami baru saja mendengar tentang selentingan di Pilbara ada kelompok wisatawan yang pergi ke sana. Mungkin mereka mengira itu adalah wisata petualangan atau sepanjang garis itu, tapi kami ingin memastikan semua orang sadar ada bahaya yang signifikan bagi diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan teman-teman mereka jika mereka pergi ke Wittenoom,” kata Direktur pemerintah lokal Ashburton, Rob Paull.

Efek Paparan Asbes Beracun
Sebagai informasi, jika paparan asbes dapat menyebabkan timbulnya penyakit mematikan seperti mesotelioma (bentuk langka yang memengaruhi selaput tipis yang melapisi dada dan perut), asbestosis, dan kanker paru-paru. Nah, gejala ini bisa muncul beberapa dekade setelah paparan baik banyak maupun sedikit, Millens.

Baca Juga: Fakta Amonium Nitrat : Mengapa Sangat Berbahaya?

“Tanda-tanda peringatan ini bukan dekorasi atau untuk menambah koleksi Instagram Anda. Itu adalah peringatan serius tentang konsekuensi kesehatan yang serius. Sangat bodoh untuk bepergian ke Wittenoom,” kata Menteri Urusan Aborigin dan Tanah Australia, Ben Wyatt, seperti dilansir dari Oddity Central.

Meski pemerintah telah sering melakukan pembersihan Kota Wittenoom dari residu asbes yang berbahaya itu, namun kota tersebut tetap tidak aman untuk ditinggali, ujar Ben. Bahkan menurutnya, usaha pemerintah itu hanya membuang-buang anggaran negara saja.

Rasanya benar juga ya, daripada mengalami resiko kesehatan, sebaiknya urungkan niat untuk berwisata ke Kota ‘mati’ Wittenoom. Karena nyawa kan lebih penting dibanding dengan selembar foto atau tanda like. 

Sumber: inibaru.id

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK