Dipercaya Shin Tae-yong, Ini Harapan dan Doa Ibunda Kiper  Timnas Senior Adi Satryo

Vidiani Partiwi berpesan agar Adi selalu menghormati pelatih dan para seniornya

Vidiani Pratiwi ibunda kiper timnas senior Muhammad Adi satryo

Jakarta, Nusantara TV-Kiper muda PSS Sleman yang tengah bersinar Muhammad Adi Satryo akhirnya berhasil meraih salah satu mimpi terbesarnya sebagai pesepakbola yaitu bergabung dengan Timnas Senior. Putra sulung dari pasangan Andri Sutarman dan Vidiani Pratiwi ini resmi menjadi salah satu penggawa Timnas Senior besutan Shin Tae-yong, pada 3 Mei 2021 lalu.

Pemanggilan tersebut sebagai persiapan timnas Indonesia yang sedang menjalani pemusatan latihan (TC) di Jakarta untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Bagi pelatih dari Korea Selatan itu,  Adi Satryo bukanlah sosok baru karena sebelumnya kiper jebolan PPLP DKI Jakarta ini adalah salah satu skuat Timnas U19 yang dibesutnya. 

Shin Tae-yong tampaknya sangat mengagumi performa Adi. Bahkan saat Adi masih di Timnas U19, Shin Tae-yong pernah memberinya kesempatan ikut latihan bersama Timnas Senior pada Februari 2020. 

Sang ibunda, Vidiani Pratiwi sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian yang diraih Adi. 

"Banyak-banyak bersyukur. Sebenarnya kekurangan Adi masih banyak. karena senior-seniornya lebih bagus dan lebih hebat dari Adi. Makanya saya selalu menanamkan ke Adi. Kerja keras terus," ujar Vidiani Pratiwi saat ditemui di Tangerang Selatan, Minggu (9/5/2021). 

Meski bukan seorang atlet karena hanya menggeluti olahraga untuk hobi dan kesehatan, namun Vidiani memahami betul pentingnya Adi memiliki mindset yang baik untuk tidak membedakan antara latihan dan bertanding. Ia berpesan kepada Adi agar dalam menjalani latihan dan pertandingan totalitasnya harus sama. 

"Walaupun 2 jam latihan, anggap seperti tanding. Sehingga saat menghadapi pertandingan dalam kondisi siap," tuturnya. 

Vidiani juga menekankan pada Adi harus hormat pada senior-seniornya. dan selalu mau belajar dari mereka. 

"Ini pun Insha Allah kalau memang Adi dipercaya, harus teguh dengan kepercayaan dirinya. Jangan cepat puas. Harus terus belajar untuk menambah ilmu. Agar bisa tampil lebih baik dan lebih baik lagi," harapnya. 

Sejauh penglihatan Vidiani, ia melihat banyak kemajuan yang diraih Adi semenjak dilatih pelatih asing terutama Shin Tae-yong. Menurutnya, Postur badan, skill dan power Adi jauh lebih meningkat. 

"Alhamdulillah di PSS Sleman, Adi dapat pelatih asing juga yaitu coach Salomo. Bikin Adi enjoy berlatihnya. Seperti Om Arjuna Rinaldi, dengan Salomo juga bisa serius bisa becanda. Tapi banyak kemajuan yang diraih. Pengetahuan dia tentang kiper berkembang lagi," beber Vidiani. 

Seperti atlet pada umumnya, kata Vidiani, Adi juga kerap dihinggapi rasa grogi dan deg-degan setiap kali menghadapi pertanding. Menariknya, selain kepada ayah-ibunya Adi biasanya juga curhat dan minta dukungan serta doa dari orang-orang yang sangat berpengaruh dalam karir sepakbolanya sejak kecil. 

"Paling saya bilang ke dia, kamu mah biasa. Tapi nanti juga setelah masuk lapangan langsung lupa groginya dan enjoy," ungkap wanita yang menyukai olahraga bola voli ini. 

"Bukan hanya pada saya curhatnya. Pada pelatih-pelatihnya juga. Ke Bang Dedi pelatih pertamanya yang melatih Adi dari kecil. Terus ke Coach Arjuna Rinaldi pelatihnya saat beranjak dewasa. Dan ke Bang Zul yang selalu suport semua keperluan Adi," imbuhnya.

Baca juga: Adi Satryo Siap Bersaing Dibawah Mistar Gawang Timnas U-19

Vidiani selalu mendoakan agar Adi bisa menampilkan performa terbaik di setiap pertandingan dan tidak mengalami cedera. 

Dukungan juga selalu diberikan oleh sang ayah, Andri Sutarman dan adik perempuannya Yola. Menariknya, Yola kini mengikuti jejak Adi menekuni sepakbola. Ia bergabung dengan tim Betawi FC U-14. 

Vidiani sangat mensyukuri progres dan kemajuan karir sepakbola Adi. Terlebih kini Adi telah dikontrak secara profesional oleh klub Liga 1 PSS Sleman. Sebagai pemain profesional tentu Adi kini telah memiliki penghasilan. 

Walau nominalnya relatif masih di bawah pemain-pemain profesional lainnya, namun Vidiani sudah cukup senang dan bangga karena kini Adi bisa menyenangkan dirinya, adiknya dan keluarga. 

'Di Sleman ini kan dia juga baru. Istilahnya nominalnya belum wah kaya senior-senior. Kalau saya lihat senior-senior itu sudah 1 koma. Kalau Adi 2 koma. Tanggal 2 koma karena duitnya habis," canda Vidiani. 

"Bersyukur anak saya bisa nyenengin dirinya sendiri. Apa yang dia mau, dia bisa beli. Dia mau kasih orang, dia bisa kasih. Itu saja sudah sangat saya syukuri," tambahnya. 

Menurut Vidiani, Adi masih muda, perjalanannya masih panjang. 

"Tinggal keseriusan Adi, mau sampai di level mana dia," tukasnya. 

Yang pasti Vidiani berharap sebagai anak, Adi tetap jadi anak yang baik, soleh dan humble. Dan sebagai atlet prestasinya meningkat terus agar apa yang dia inginkan apa yang dicita-citakan bisa terwujud.

Jejak karir sepakbola kiper Timnas Senior Muhammad Adi Staryo:

Lahir: 7 Juli 2001, Tangerang Selatan, Banten.
Tinggi: 179 cm
SSB Asa Milo Bintaro 2006
SSB Saswco Bandung 2014
Persib Bandung U16 pada 2017
Kalteng Putra U-18 2018
Kelas 3 SMA masuk PPLP DKI Jakarta pada 2019
PSMS Medan awal 2020 Liga 2
Timnas U-18 debut 2018
Timnas Indonesia di Piala AFF U-19 2019

Timnas Senior 2021

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK