Dinas Kesehatan Sulawesi Utara Hentikan Sementara Vaksinasi AstraZeneca, Ada Apa?

Pasalnya beberapa penerima Astrazaneca mengalami beberapa keluhan efek samping.

Vaksin covid-19 AstraZeneca/ist

Manado, Nusantara TV-Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara menghentikan sementara vaksinasi covid-19 menggunakan vaksin AstraZeneca di Kota Manado dan Bitung. 

Alasannya, penghentian sementara ini dilakukan sambil menunggu penjelasan dan keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan dan WHO. Terkait Surat resmi yang dikirim pada 26 Maret, kemarin.

Pasalnya beberapa penerima Astrazaneca mengalami beberapa keluhan efek samping.

“Rata-rata keluhannya demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit dan lemas,” bunyi surat pemberitahuan tertanggal 27 Maret yang ditandatangani Kadis Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo dikutip dari Manado Post.

Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Sulut, Steven Dandel, mengatakan hal ini dilakukan sebagai langkah kehati-hatian/precaution. Langkah ini harus diambil mengingat adanya angka kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sebesar 5 sd 10 persen dari total yang divaksin AZ.

“KIPI ini hadir dalam bentuk gejala Demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual dan muntah. Kami perlu mempersiapkan komunikasi resiko kepada masyarakat untuk dapat menerima fakta ini. Supaya tidak terjadi kepanikan di masyarakat,” tuturnya.

Baca juga: Kemenkes Sebut AstraZeneca Mampu Lawan Mutasi Covid-19

Steven lebih lanjut menjelaskan dalam Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AZ, sebenarnya telah disebutkan bahwa KIPI ini adalah efek simpang (adverse effect) dari vaksin AZ yang sifatnya sangat Sering terjadi (Very Common artinya 1 diantara 10 suntikan) dan sering terjadi (common -1 diantara 10 sd 1 diantara 100).

“Langkah ini juga perlu dilakukan untuk menyesuiakan pola dan pendekatan vaksinasi terutama yang targetnya adalah unit usaha atau institusi. Supaya tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap karyawannya. Tetapi bertahap, agar supaya unit usaha tidak perlu ditutup kalau ada banyak karyawan yg terdampak KIPI,” pungkasnya.

Diketahui, sempat mencuat polemik seputar penggunaan vaksin AstraZeneca. Akibat adanya isu vaksin asal Inggris ini dapat menyebabkan pembekuan darah, sejumlah negara termasuk Indonesia sempat memutuskan menunda menggunakan AstraZeneca. 

Bahkan sempat juga ramai isu yang menyebutkan vaksin AstraZeneca menggunakan unsur babi dalam proses pembuatannya. 

Namun setelah melakukan kajian, Kemenkes dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya memutuskan mengizinkan penggunaan vaksin AstraZeneca.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK