Digelar Serempak, 5.833 Calon Advokat Ikuti UPA Peradi

UPA Peradi dilaksanakan di 44 kota/kabupaten di Indonesia

Otto Hasibuan tengah swafoto di UPA Peradi.

Jakarta, Nusantaratv.com - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) kembali menggelar ujian profesi advokat (UPA), Sabtu (10/4/2021). Kegiatan ini dilaksanakan secara serempak di 44 kota/kabupaten di Indonesia. 

Total 5.833 orang calon advokat yang mengikuti UPA Peradi. 

"Peserta ujian profesi advokat di awal tahun 2021 ini sebanyak 5.833 peserta dari Lhokseumawe sampai Jayapura," ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Ketum DPN) Peradi Otto Hasibuan, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. 

UPA diselenggarakan secara tatap muka. Namun tetap dengan melaksanakan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 secara ketat, terhadap setiap peserta, panitia penyelenggara dan pihak terkait lainnya. 

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dengan berbagai pertimbangan, termasuk protokol kesehatan dan aturan pemerintah akibat situasi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, pelaksanaan ujian tetap dilaksanakan secara tatap muka, namun sepenuhnya mengikuti seluruh aturan pemerintah mengenai protokol kesehatan dengan baik dan disiplin," papar Otto. 

Sebagai contoh, kata dia, di Jakarta terdapat pendaftar sebanyak 1.624 peserta. Demi penerapan prokes, Peradi membagi lokasi penyelenggaraan UPA menjadi lima tempat. Antara lain di JCC, Hotel Bidakara, Menara 165 Convention Center, Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Hotel Balairung. 

"Dan peserta dikenakan kewajiban harus membawa surat keterangan telah melakukan test swab/rapid antigen yang dinyatakan negatif, baru dapat memasuki ruangan ujian dan mengikuti ujian," jelasnya. 
 
Sementara, Ketua Panitia Ujian Profesi Advokat (PUPA) Peradi Tahun 2021, R Dwiyanto Prihartono, menjelaskan awalnya pendaftaran UPA dilaksanakan pada 8-26 Februari 2021. Lalu, akhirnya diperpanjang hingga akhir Maret 2021. 

"Ujian dilaksanakan 10 April 2021 dan berlokasi di 44 kota, dengan jumlah total peserta sebanyak 5.833, peserta dari mulai Lhokseumawe hingga Jayapura," ujar Dwiyanto. 
 
Menurut Dwi, kegiatan UPA merupakan aktivitas rutin yang dilaksanakan oleh DPN Peradi. Sebab, hal itu sebagai wujud Peradi organisasi advokat yang menjalankan fungsi dan kewenangannya, sesuai Undang-Undang Advokat Nomor 18 Tahun 2003. 

"Dan telah rutin dilaksanakan oleh DPN Peradi, sekarang yang ke-22 kali," kata dia. 

Lebih lanjut, UPA Peradi dikoordinasikan oleh PUPA yang terdiri dari 11 anggota Peradi dari pengurus DPN, yang ditunjuk dengan surat keputusan Ketua Umum DPN Peradi. Sebagai panitia inti dengan Ketua PUPA R Dwiyanto Prihartono, serta Sekretaris Bun Yani. 

Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan pendaftaran UPA 2021, PUPA selanjutnya bekerja sama dengan outsourcing untuk mempersiapkan pelaksanaan ujian tersebut. Juga dengan cara merekrut pengurus dari DPN Peradi untuk membantu penanganan proses UPA di berbagai tempat di Indonesia saat ujian berlangsung, termasuk melibatkan seluruh DPC Peradi yang menjadi kota pelaksana UPA. Sekaligus mewakili DPN Peradi agar dapat melakukan pengawasan dan monitoring secara langsung jalannya pelaksanaan UPA di  44 daerah. 

"Metode ujian masih tetap sama dengan tahun 2020, yakni pilihan ganda dan esai," jelas Ketua Harian DPN Peradi ini. 

Pada pelaksanaan UPA tahun ini, DPN Peradi mengundang Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia, Kementerian Hukum dan HAM Mualimin Abdi, guna melakukan peninjauan.

Turut hadir Ketua Dewan Pakar DPN Peradi Fauzie Yusuf Hasibuan, Ketua Dewan Kehormatan Pusat (DKP) Peradi Adardam Achyar, Bendahara Umum DPN Peradi Nyana Wangsa, dan Wakil Bendahara Umum Anita Pusponegoro. 

Lalu, Ketua Bidang Publikasi, Hubungan Masyarakat, dan Protokoler DPN Peradi, Riri Purbasari Dewi, pengurus DPN Peradi Bidang Pembelaan Profesi Robinson Pakpahan, pengurus DPN Peradi Bidang Pembelaan Organisasi Aladin Sirait, serta lainnya. 

UPA sendiri merupakan bagian penting dari rangkaian proses lahirnya profesi advokat, dimulai dari persyaratan wajib mengikuti pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) sampai dengan tahap pengangkatan advokat, dan pengucapan sumpah di pengadilan tinggi. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK