Tunggakan Gaji Guru di Mamberamo Raya Capai Rp 1,2 Miliar

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mamberamo Raya Benediktus Amoye, saat ditemui wartawan di Jayapura, mengakui adanya tunggakan tersebut. Total 218 guru yang belum mendapatkan haknya.
Tunggakan Gaji Guru di Mamberamo Raya Capai Rp 1,2 Miliar
Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mamberamo Raya Benediktus Amoye
Untitled Document

Mamberamo, Nusantaratv.com -Pemerintah Mamberamo Raya belum membayarkan gaji guru di wilayahnya sejak Juni lalu hingga mencapai Rp 1,2 miliar. Gaji tersebut sudah termasuk gaji 13 dan 14.  

Adapun rincian gaji yang belum dibayar berdasarkan data laporan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Mambermo Raya, meliputi gaji bulan Juni sebesar Rp 16.110.623, gaji bulan Juli sebesar Rp 32.783.127, gaji 13 sebesar Rp 746.343.800 dan gaji 14 sebesar Rp 406.548.340.

Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mamberamo Raya Benediktus Amoye, saat ditemui wartawan di Jayapura, mengakui adanya tunggakan tersebut. Total 218 guru yang belum mendapatkan haknya. 

“Memang ada gaji guru di Mamberamo Raya yang belum dibayarkan, tetapi bukan semua guru karena sebagian besar sudah dibayarkan,” katanya dalam rilis yang diterima Nusantaratv.com pada Senin (12/8/19).

Selama ini, Benediktus mengaku masih mendata guru yang belum menerima gaji. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih jumlah guru penerima gaji. “Kami selektif dulu supaya tidak ada guru yang menerima gaji dobel,” ujarnya. 

Benediktus merincikan, dari total 385 guru di Mamberamo Raya, 5 guru belum menerima gaji pada bulan Juni, sedangkan bulan Juli sebanyak 13 guru. Sementara gaji 13 total 110 guru yang belum mendapatkan haknya, sedangkan gaji 14 sebanyak 90 guru. “Totalnya, Rp 1,2 miliar yang belum dibayarkan,” jelasnya. 

Pemerintah Mamberamo Raya telah mengeluarkan kebijakan pembayaran gaji guru. Kebijakan pembayaran gaji melalui rekening diubah dengan pengambilan langsung di Kantor Dinas Pendikan Mamberamo Raya. 

Namun dalam pelaksanaannya, kata Benediktus, banyak guru tidak datang tepat waktu untuk mengambil haknya. Dia pun memberikan kebijakan khusus bagi guru yang berhalangan dengan menunjuk teman seprofesinya untuk pengambilan gaji. 

 “Sebenarnya gaji itu sudah ada tetapi guru-guru ada yang tidak datang, malahan mereka menitipkan pada temannya dengan catatan menuliskan nama guru yang diwakilkan pengambilannya sebagai bukti, namun malah menjadi masalah,” katanya. (Rivando nay)