Tak Masuk Kerja karena Ngojek, Polisi Dipecat

Iptu Triadi mengojek karena memiliki kebutuhan hidup yang banyak dan berhutang
Tak Masuk Kerja karena Ngojek, Polisi Dipecat
Iptu Triadi ketika menjalani sidang kode etik (Detik.com)
Untitled Document

Jakarta, Nusantaratv.com -Polisi bernama Iptu Triadi dipecat lantaran tak masuk kerja karena menjadi tukang ojek. Anggota Polres Kendari itu tak masuk kerja karena mengojek sudah dua kali, pertama ketika bertugas di Polsek Wawonii, kedua di Polres Kendari.

 
"Sebelumnya, sudah ada peringatan keras, ada kebijakan untuk membantu dia. Tapi dia tetap memilih menjadi tukang ojek," ujar Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenhardt.

Triadi diketahui memiliki seorang istri dan delapan orang anak yang di antaranya masih kecil. Kala diperiksa di Polda Sultra, Triadi mengaku gajinya sebagai polisi tak mencukupi, sehingga memilih menjadi tukang ojek. Upaya ini demi menutupi kebutuhan rumah tangganya.

"Soal penyebab kenapa dia memilih jadi tukang ojek, ada alasannya. Namun, masih diperiksa Propam Polda," kata Goldenhardt.

Triadi juga diketahui memiliki sejumlah utang di sebuah bank di Kota Kendari. Utang sebanyak puluhan juta rupiah itu diambil pada 2017.

Salah seorang rekannya di Polda Sulawesi Tenggara mengatakan, gaji yang diterima Triadi tinggal sedikit. Ia hanya menerima gaji sekitar ratusan ribu tiap bulan usai dipotong pihak bank.

"Mungkin tinggal Rp 500 ribu saja," kata salah anggota polisi yang enggan disebut namanya itu. 

Goldenhart membenarkan Triadi memiliki masalah hutang. Tapi, perkara itu tak masuk dalam materi sidang kode etik.

"Soal utang di bank, itu tak masuk dalam materi sidang kode etik. Yang masuk dalam materi sidang karena Iptu Triadi meninggalkan tugas selama 62 hari berturut-turut," tandasnya. (Rizk)