Ridwan Kamil Minta Kemendag Tes Corona di Pasar :: Nusantaratv.com

Ridwan Kamil Minta Kemendag Tes Corona di Pasar

Emil tak ingin pasar menjadi klaster baru penyebaran covid-19
Ridwan Kamil Minta Kemendag Tes Corona di Pasar
Salah satu pasar tradisional yang menjadi klaster penyebaran corona di Surabaya.

Bandung, Nusantaratv.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengusulkan kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaksanakan tes virus corona di pasar tradisional. Tes swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) ini, selain memastikan ekonomi tetap berjalan, juga untuk mencegah munculnya klaster baru.

Baca juga: Lagi! Pasar Jadi Sumber Penularan Corona 

"Usulan dari Jawa Barat yaitu meminta dukungan dari Kementerian Perdagangan untuk melakukan pengetesan masif kepada para pedagang pasar, kepada para pelaku bisnis, sehingga dengan bebas covid-19, pedagang bisa membuka usahanya atas izin pemerintah," ujar Emil, sapaan Ridwan Kamil, Jumat (8/5/2020).

Emil mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar tradisional untuk disiplin menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menerapkan protokol kesehatan. Sehingga, potensi penularan covid-19 di pasar tradisional bisa dikurangi.

"Kepada yang masih bergerak fisik, physical distancing itu penting. Tapi, juga menjamin bahwa tidak ada OTG (Orang Tanpa Gejala) yang menjadi penjual atau OTG yang menjadi pembeli. Maka tetap harus kita upayakan yang namanya pengetesan masif di area-area perdagangan," kata dia. 

Pihaknya sendiri melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, akan melakukan tes swab di pasar tradisional dalam waktu dekat.

"Kami minggu ini akan melakukan pengetesan pada pedagang-pedagang pasar, tapi alat tesnya tidak cukup. Saya izin kalau boleh Pak Menteri bisa melobi Gugus Tugas agar Kementerian Perdagangan punya alat tes PCR," jelas Emil.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan, pihaknya akan menindaklanjuti usulan tes bagi para pedagang pasar. Karena, Kemendag memang harus memastikan kegiatan ekonomi di sektor perdagangan tetap berjalan.

Di samping pasar tradisional, menurutnya tes juga perlu dilakukan di mal.

"Kami akan koordinasikan mengenai keharusan mengenai tes bagi pedagang pasar sebelum melakukan usahanya, sehingga kita akan merasa aman juga bagi konsumen," jelas Agus. 

Diketahui, sejumlah pasar di Indonesia telah menjadi klaster penyebaran corona. Salah satunya Pasar Raya Padang, Sumatera Barat. Selain menjangkiti puluhan penghuni pasar, covid-19 telah memakan korban jiwa.

Yang terbaru, pasar tradisional di Bojonegoro dan Surabaya juga menjadi klaster penularan corona di Jawa Timur.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0