Covid-19 Bikin RS Lumpuh, Warga India Cari Obat di Pasar Gelap

India yang Berpenduduk 1,4 Miliar Orang Itu Kini Telah Mencatat Lebih Dari 18 Juta Kasus Covid-19.

India alami lonjakan pasien Covid-19. (India Today)

Nusantaratv.com - Warga India beramai-ramai berburu obat di pasar gelap saat layanan banyak rumah sakit (RS) di Negara Bollywood itu lumpuh akibat lonjakan besar pasien Covid-19.

Sebagian besar warga berupaya menjaga agar orang yang mereka cintai tetap dapat bertahan hidup di tengah kondisi sulit lonjakan virus mematikan itu. 

Dalam beberapa kasus, orang-orang beralih ke perawatan medis yang tidak terbukti. Tetapi dalam kasus lain, obat-obatan penyelamat hidup di pasar gelap juga tidak banyak tersedia, seperti dikutip dari Channelnewsasia, Jumat (30/4/2021).

Seperti kisah pahit Ashish Poddar. Dia menyimpan kantong es saat menunggu di luar rumah sakit New Delhi untuk diler pasar gelap mengirimkan dua obat untuk ayahnya, yang terengah-engah dengan Covid-19.

Namun, obat yang dinanti Poddar tidak kunjung tiba, es yang dimaksudkan untuk menjaga agar obat tetap dingin mencair. Sang ayah akhirnya meninggal beberapa jam kemudian.

Poddar telah diberitahu oleh rumah sakit swasta yang merawat ayahnya, Raj Kumar Poddar, bahwa remdesivir, antivirus, dan tocilizumab, obat yang menambah respons kekebalan manusia, diperlukan untuk menjaga pria berusia 68 tahun itu tetap hidup.

Seperti kebanyakan rumah sakit dan apotek di ibu kota India, stok sudah habis. Putus asa, Poddar menoleh ke diler yang menjanjikan obat-obatan setelah mengambil uang muka hampir US$1.000 atau sekitar Rp14,4 juta.

"saya berharap dia setidaknya memberitahu bahwa dia tidak akan datang. Saya bisa saja mencari di tempat lain," ucap putra yang berduka itu

India mencetak rekor global lain dalam kasus virus baru pada hari Kamis (29/4/2021) dengan lebih dari 379.000 infeksi baru, yang semakin menekan rumah sakit di negara itu yang kewalahan. 

Negara berpenduduk hampir 1,4 miliar orang itu kini telah mencatat lebih dari 18 juta kasus, hanya di belakang Amerika Serikat (AS), dan lebih dari 200.000 kasus kematian, meskipun angka sebenarnya diyakini lebih tinggi.

Kematian seperti itu terjadi di mana-mana sehingga tempat pemakaman kehabisan ruang di banyak kota dan pembakaran kayu bakar menyala sepanjang malam.

Beberapa obat yang diketahui membantu mengobati Covid-19, seperti remdesivir dan steroid pada pasien rawat inap, masih langka. Perawatan paling dasar yakni ​​terapi oksigen juga terbatas.

Kondisi ini menyebabkan kematian yang tidak perlu. Bahkan tempat tidur rumah sakit pun langka. Hanya ada 14 tempat tidur perawatan intensif gratis yang tersedia di New Delhi, kota berpenduduk 29 juta orang, pada Kamis (29/4/2021) pagi waktu setempat.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK