Cegah Penyebaran Covid-19, Mudik Lebaran 2021 Ditiadakan

Ilustrasi, para pemudik yang hendak pulang kampung menggunakan bus.

Nusantaratv.com - Sudah menjadi fenomen rutin, dan budaya akar rumput yang menjelma menjadi suatu keharusan, dimana menjelang lebaran para perantau pulang kampung, atau Mudik. Romantisme bertemu orang tua dan sanak saudara yang lama tidak bertemu menjadikan akhir Ramadhan ajang pelepas rindu yang selalu dinantikan.

Mendekati akhir bulan Ramadhan, atau menjelang hari raya idul Fitri, masyarakat Indonesia berbondong-bondong untuk pulang ke kampung halamannya masing-masing. 

Masyarakat Indonesia menjadikan pulang kampung sebagai ajang silaturahmi dan berkumpul dengan orang tua maupun sanak saudara di daerah asal mereka.

Mudik kepanjangan dari “mulih dilik’, bahasa Jawa, yang berarti “pulang dulu sebentar”. Seiring berjalannya waktu, setiap orang hendak pulang kampung tidak hanya saat menjelang hari Raya Idul Fitri, menyebutnya dengan mudik.

Namun dikarenakan pandemi covid-19 belum berakhir, pemerintah melarang aktivitas mudik kepada para ASN maupun masyarakat umum untuk mencegah penyebaran virus corona.

Baca Juga: Tegas, Pemerintah Resmi Larang Mudik Lebaran 2021

Dikutip dari website Satgas Covid-19, Addendum Surat Edaran ini berlaku efektif mulai tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021, serta akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan situasi terakhir di lapangan.

Dalam Addendum Surat Edaran (SE) yang diteken oleh Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo dijelaskan, pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) dan H+7 peniadaan mudik (18 Mei - 24 Mei 2021).

“Sementara selama masa peniadaan mudik 6-17 Mei 2021 tetap berlaku Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah,” demikian tertulis di Addendum Surat Edaran Satgas tersebut. 

Dalam SE ini juga diterangkan alasan dibuat addendum tersebut. Menurut SE Satgas, addendum dibuat guna mengantisipasi peningkatan pergerakan penduduk yang berpotensi meningkatkan penularan kasus Covid-19 antardaerah, pada masa sebelum dan sesudah periode larangan mudik.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK