Program Prioritas Kemenko Perekonomian untuk Tingkatkan Hubungan Ekonomi dengan AS

Kemenko Perekonomian Sampaikan Program Prioritas untuk Tingkatkan Hubungan Ekonomi dengan AS
Program Prioritas Kemenko Perekonomian untuk Tingkatkan Hubungan Ekonomi dengan AS
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir bersama Regional Managing Director US-ABC Ambassador Michael W. Michalak/ Kemenko Perekonomian

Jakarta, Nusantaratv.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menerima kunjungan dari delegasi United States-Association of South East Asian Nations Business Council (US-ABC) di Jakarta, Selasa (3/12/2019). Delegasi tersebut dipimpin oleh Senior Vice President dan Regional Managing Director US-ABC Ambassador Michael W. Michalak.

Pertemuan ini bertujuan untuk saling bertukar pandangan mengenai cara-cara meningkatkan hubungan business to government (B2G) yang lebih positif, membuat lingkup aturan yang lebih kompetitif, dan membentuk ekosistem bisnis yang lebih berkualitas di Indonesia.

Hal ini tentnya sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk memperdalam perdagangan dan investasi antara Indonesia dan partner dagangnya, khususnya Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Panas, China Ancam AS Usai Trump Setujui UU Demokrasi Hong Kong

AS merupakan mitra dagang ketiga terbesar untuk Indonesia setelah Tiongkok dan Jepang. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan (2018), nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan AS sebesar 28,6 miliar dolar AS, naik 10,42% dari jumlah 25,9 miliar dolar AS di 2017. Sementara, investasi langsung AS di Indonesia senilai 1.217 juta dolar AS untuk 572 proyek.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir yang turut menerima delegasi menerangkan, data itu tak serta-merta merefleksikan potensi sesungguhnya dari kerja sama ekonomi kedua negara.

"Jadi, untuk memperluas kerja sama perdagangan, kita harus berfokus pada usaha kolaboratif untuk mencapai nilai perdagangan sebesar US$60 juta dalam jangka waktu lima tahun ke depan, terutama dalam industri komplementer," kata Iskandar.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0