Langkah Pemerintah Menarik Minat Belanja Wisman

Menpar Arief Yahya menjelaskan bahwa tax refund menjadi bentuk relaksasi pajak yang menarik minat wisman untuk berbelanja di Indonesia.
Langkah Pemerintah Menarik Minat Belanja Wisman
Menpar Arief Yahya pada acara Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival (WICSF) 2019 di Jakarta/ Kemenpar

Jakarta, Nusantaratv.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebut, kebijakan pengembalian pajak (tax refund) saat melakukan pembelian barang yang disertai value added tax (VAT), menjadi bentuk relaksasi pajak yang menarik minat wisatawan mancanegara (wisman) untuk berbelanja di Indonesia.

Menpar mengatakan, kebijakan tax refund di Indonesia perlu semakin disosialisasikan agar wisata belanja bisa semakin bersaing di tingkat regional dan global.

Baca Juga: Menpar Gandeng Pengusaha Majukan Wisata Kuliner dan Belanja Indonesia

"Tax Refund bisa menjadi daya tarik, namun di Indonesia harus diakui belum maksimal," ujar Menpar saat jumpa pers Wonderful Indonesia Culinary & Shopping Festival (WICSF) 2019 di Kantor Kemenpar, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

"Saat ini sudah ada relaksasi dari Peraturan Menteri Keuangan bahwa tax refund di Indonesia itu berlaku untuk batas belanja minimal Rp 5 juta. Namun jumlah minimal Rp 5 juta terlalu besar, karena pesaingnya di negara-negara lain hanya Rp 1 juta," tambah Menpar.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian Permintaan Kembali Pajak Pertambahan Nilai Barang Bawaan Orang Pribadi Pemegang Paspor Luar Negeri.