Jadi Komut Pertamina, Ini yang Harus Dibenahi Ahok

Ahok dinilai bisa menjadi tangan kanan Jokowi di sektor migas
Jadi Komut Pertamina, Ini yang Harus Dibenahi Ahok
Ahok (tengah) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Presiden Joko Widodo dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengangkat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). 

Baca juga: Ahok Bos Pertamina, Pengamat: Upaya Jokowi Perangi Mafia Migas 

Peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman, berharap mantan Gubernur DKI Jakarta segera memberantas mafia hingga ke akar alias dari hulu hingga hilir.

"Jadi tugas pertama Ahok di Pertamina adalah melakukan operasi pemberantasan mafia migas dari hulu-hilir," ujar Ferdy, Minggu (24/11/2019).

Ferdy menilai Pertamina butuh pengawasan, karena labanya masih lebih kecil ketimbang Petronas sebesar 11 miliar dollar AS di 2018. Hal itu membuat Pertamina termasuk perusahaan minyak kecil di dunia, kendati asetnya mencapai Rp 905,8 triliun di 2018.

Padahal, menurut Fredy dahulu tahun 1990 Petronas belajar dari Pertamina bagaimana mengolah lapangan-lapangan migas, menggunakan teknologi, dan berinovasi.

"Namun, seiring berjalan waktu, Petronas menyalip jauh Pertamina. Pertanyaannya adalah mengapa Pertamina sulit bersaing?" kata dia.

Ferdy menjelaskan, hal itu terjadi lantaran masih adanya mafia migas yang memiliki jaringan kuat dan panjang. Mafia, kata dia berharap Indonesia tetap mengimpor BBM dan elpiji agar mereka mendapat untung, sehingga tak menginginkan produksi minyak Pertamina meningkat di sektor hulu.

"Mafia migas adalah kejahatan terbesar terhadap negara. Mafia migas membuat negara ini bergantung pada impor. Mafia tidak menginginkan Dirut Pertamina yang bersih dan menginginkan Dirut yang cenderung kompromistis," papar dia.

Termasuk mantan Direktur Utama Pertamina Energy Service (PES) Bambang Irianto yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Hingga kini, kata Fredy rantai mafia migas disinyalir masih ada walau Jokowi telah melikuidasi Petral melalui Tim Reformasi Tata Kelola Migas.

"Mafia ini masih menempel sambil mencari celah bagaimana mereka mencoba bermain kembali dan bagaimana Presiden Jokowi bisa melunak," tutur Ferdy.

Atas itu, Ahok dinilai bisa menjadi tangan kanan Jokowi dalam memberantas mafia seiring dengan jabatan komut yang disandang.

"Ahok harus benar-benar menunjukan taringnya memberantas mafia. Ahok akan membuat kerja Direksi Pertamina lebih nyaman mengolah bisnis hulu-hilir. Ahok juga perlu awas jika ada orang-orang internal Pertamina bermain mata dengan mafia migas," tandasnya.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0