Indonesia Galang Pebisnis dan Investor AS

Dorong Diplomasi Ekonomi, Indonesia Galang Pebisnis dan Investor AS
Indonesia Galang Pebisnis dan Investor AS
Wamenlu Mahendra Siregar/ Kemlu

New York, Nusantaratv.com - Indonesia dapat menjadi alternatif sumber produk dan tujuan investasi bagi Amerika Serikat (AS) terutama ditengah perkembangan ekonomi global dewasa ini. Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar mengutarakan pentingnya perkuat kerja sama ekonomi Indonesia-AS pada Business Forum on Trade, Tourism, and Investment: A Global Value Chain Perspective di New York, Amerika Serikat.

Turut serta dalam meyakinkan 150 investor AS yang menghadiri bisnis forum tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dalam video presentasinya menyampaikan arahan Presiden Jokowi yang meminta semua perizinan kementerian/lembaga dipusatkan ke BKPM termasuk insentif pajak demi mempercepat realisasi Investasi. 

Kepala BKPM juga sampaikan optimisme pertumbuhan investasi di Indonesia dengan sekitar Rp 700 triliun investasi yang siap dieksekusi dan sekitar 1000 Trilliun rupiah rencana investasi yang siap masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Potensi Nilai Investasi Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Mencapai Rp 100 Triliun

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan bahwa AS dan Indonesia merupakan dua mitra dagang yang komplementer dan bukan kompetitor dengan nilai total perdagangan 29 milyar dolar AS pada 2018 lalu.

Guna menarik investor, Wamendag menyampaikan pula mengenai kebijakan perdagangan Indonesia-AS untuk peningkatan ekspor melalui integrasi ke dalam rantai nilai global, penyerdehanaan prosedur, efisiensi logistik, serta diplomasi ekonomi dan pengembangan pasar.

Untuk itu, di bawah koordinasi KBRI Washington DC, Indonesia telah mengidentifikasi sejumlah produk utama untuk ditingkatkan perdagangannya yang mencakup produk tekstil, produk karet, alas kaki, mesin elektronik, dan furniture. Selain itu, telah identifikasi pula beberapa produk potensial seperti produk kimia, mainan anak, travel goods dan kertas. Sementara upaya peningkatan beberapa produk strategis Indonesia-AS seperti mesin, produk plastik, dan suku cadang kendaraan masih memerlukan investasi untuk peningkatan daya saing dan produksinya.



Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0