Taiwan Imbau Warganya Tak Pergi ke Hong Kong dengan Alasan Keamanan

Partai yang berkuasa di Taiwan pada hari Rabu (11/9/19) mendesak warganya untuk tak mengunjungi Hong Kong setelah seseorang dari Taiwan ditahan di China atas tuduhan keamanan negara,
Taiwan Imbau Warganya Tak Pergi ke Hong Kong dengan Alasan Keamanan
Taipei, Taiwan (Wikipedia)

Taipei, Nusantaratv.com - Partai yang berkuasa di Taiwan pada hari Rabu (11/9/19) mendesak warganya untuk tak mengunjungi Hong Kong setelah seseorang dari Taiwan ditahan di China atas tuduhan keamanan negara, karena protes Hong Kong menambah hubungan yang sudah tegang antara Taiwan dan Beijing. 

China mengatakan, Lee Meng-chu, seorang penasihat dari sebuah kota kecil di Taiwan, yang telah hilang sejak 19 Agustus setelah bepergian ke kota Shenzhen di Cina selatan, dicurigai terlibat dalam tindakan kriminal yang membahayakan keamanan negara. 

Melansir Reuters, Lee telah membagikan foto-foto protes Hong Kong dan pasukan Cina yang berkumpul di perbatasan China dengan kota itu sebelum kepergiannya. 

"Partai Progresif Demokratik mendesak warga untuk menghindari mengunjungi Hong Kong dan Cina karena situasi internal yang sulit," kata partai yang berkuasa di Taiwan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga : Kata Menlu Meksiko Usai Bertemu Pejabat Gedung Putih

Penahanan itu terjadi di tengah-tengah waktu yang sulit untuk hubungan lintas selat dengan protes di Hong Kong yang dikuasai Tiongkok yang merupakan tantangan terbesar bagi para penguasa Partai Komunis di Beijing sejak Presiden Xi Jinping mengambil alih kekuasaan pada 2012. 

China mengklaim Taiwan yang memerintah sendiri sebagai miliknya dan telah berjanji untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya, dengan kekerasan jika perlu. 

Cina telah menyarankan pulau itu dapat diperintah di bawah formula yang mirip dengan pengaturan "satu negara, dua sistem" Hong Kong, yang menjamin kebebasan tertentu, tetapi protes Hong Kong telah menimbulkan pertanyaan tentang formula tersebut.

 Beijing menuduh Taipei mendukung protes Hong Kong. Taiwan menyangkal hal itu. 

Dewan Urusan Daratan Taiwan menuntut Beijing untuk memberikan penjelasan lengkap, termasuk informasi tentang keberadaan Lee dan tuduhan yang dihadapinya. 

 Lee Ming-che, seorang dosen perguruan tinggi dan seorang aktivis di sebuah organisasi hak asasi manusia di Taiwan, dinyatakan bersalah atas subversi setelah mengunjungi Cina pada tahun 2017.

Sumber :Reuters 
Terjemahan : (NTV/Cal)